Jumat, 17 Juni 2016

REVIEW JURNAL 3

1. Judul Penelitian : 
Analisis Pengaruh Kriteria Good Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Perusahaan Sub-Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

2. Penulis : 
Margaretha Dita Utari

3. Nama Jurnal : 
Jurnal Audit dan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura Vol. 3, No. 1, Agustus 2014 Hal. 53-80

4. Tahun Terbit : 
2014

5. Latar Belakang Penelitian : 
Pola perkembangan industri bisnis di Indonesia telah   menyadari akan pentingnya tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility). Dalam definisi yang sederhana CSR merupakan bentuk kontribusi yang diberikan pihak perusahaan kepada masyarakat serta sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. UUPM 2007 pasal 15b menjelaskan bahwa CSR merupakan komitmen yang berkelanjutan untuk pembangunan ekonomi oleh perusahaan guna menciptakan dan meningkatkan kualitas sosial dan lingkungan. ISO 26000:2010 mengungkapkan tanggung jawab sosial merupakan akibat dari pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan yang mempengaruhi sosial dan lingkungan serta dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut menyimpan perhatian para investor khususnya dalam pengungkapan dan pelaporannya. Mengingat pentingnya CSR maka pihak pemerintah dan perusahaan telah memberikan perhatian kepada hal tersebut. Salah satu bentuk perhatian pemerintah yaitu dikeluarkan Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseoran Terbatas serta kewajiban pelaksanaan CSR juga diatur dalam Undang-undang No. 25 tahun 2007 pasal 15 bagian b, pasal 17, dan pasal 34 yang mengatur setia penanaman modal diwajibkan untuk ikut serta dalam tanggung jawab sosial perusahaan. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menciptakan kesamaan perusahaan dengan kondisi lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat agar mewujudkan pembangunan lingkungan, sosial dan ekonomi demi terciptanya kelangsungan hidup lingkungan yang berkelanjutan. Standar pengukuran yang digunakan untuk mengukur tanggung jawab sosial dalam sustainability report adalah menggunakan konsep Global Reporting Initiative (GRI). Menurut konsep Global Reporting Initiative (GRI), tanggung jawab sosial perusahaan dapat diukur melalui tiga kriteria, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan. Utama (2007) struktur dan prosedur laporan CSR diungkapkan dan dilaporkan dengan sebenarnya merupakan salah satu prosedur pengukuran governance dalam suatu perusahaan. Pengungkapan dan pelaporan CSR dalam laporan tahunan perusahaan merupakan hal dari pengimplementasian Good Corporate Governance (GCG) di Indonesia. Dari pengungkapan dan pelaporan CSR yang berdampak pada Good Corporate Governance (GCG) menjelaskan bahwa untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan agar kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan baik dan lancar, maka dari pihak perusahaan harus memperhatikan kepentingan stakeholders demi terciptanya kerjasama yang baik antara pihak perusahaan dan para stakeholders. Hasil penelitian Ni Wayan Rustiarini (2010) menunjukkan bahwa ada variabel yang berpengaruh pada pengungkapan CSR, variabel tersebut adalah kepemilikan asing. Hasil penelitian Waryanto (2010) menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh pada pengungkapan CSR adalah kepemilikan saham terkonsentrasi serta dari penelitian tersebut menyatakan bahwa ukuran perusahaan dan leverage juga mempengaruhi pengungkapan terhadap CSR. Hasil penelitian Effendi, et al (2011) menunjukkan bahwa kriteria Good Corporate Governance yang terdapat di dalam perusahaan yaitu dewan komisaris tidak berpengaruh dengan pengungkapan CSR. Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelmunya yang dilakukan oleh Meisa (2013). Variabel yang akan diteliti di dalam penelitian ini adalah ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, ukuran komite audit, kepemilikan saham asing. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kriteria Good corporate governance terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada perusahaan sub-sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Faktorfaktor apa saja yang mendorong perusahaan untuk melakukan pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Hasil penelitian ini diharapkan memberikan perkembangan dalam ilmu akuntansi, khususnya dalam ilmu sistem pegendalian manajemen, mengenai bagaimana kriteria Good Corporate Governance (GCG) pada perusahaan dapat mempengaruhi pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) pada perusahaan di Indonesia dan untuk memberikan identifikasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan melakukan pengungkapan terhadap tanggung jawab sosial.

6. Metode :
Bentuk penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Firdaus (2012) penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka (numerical) untuk menjelaskan hasil dari observasi. Dalam penelitian ini terdapat dua variable yaitu; Variable Dependen dan Variable Independen. Variabel Dependen yang digunakan adalah pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang terdapat di dalam laporan keuangan tahunan perusahaan. Sedangkan Variable Independen terbagi atas: 
- Ukuran Dewan Komisaris : Yang digunakan dalam penelitian ini adalah jumlah anggota dewan komisaris yang terdapat dalam laporan keuangan tahunan perusahaan. 
- Proporsi Komisaris Independen : Untuk memperoleh proporsi komisaris independen perusahaan dapat dilakukan dengan membandingkan jumlah anggota komisaris independen dengan jumlah seluruh anggota komisaris. 
- Ukuran Komite Audit : Jumlah anggota komite audit yang terdapat di dalam perusahaan. Untuk menghitung besarnya komite audit perusahaan dapat dilihat di dalam laporan keuangan tahunan perusahaan. 
- Kepemilikan Saham Asing : Proporsi dari sebagian saham perusahaan atau kepemilikan perusahaan dimiliki oleh pihak asing baik secara individu, badan maupun negara. 
- Ukuran Perusahaan : Kekuatan perusahaan dalam mengembangkan perusahaan sehingga kinerja perusahaan dapat berjalan dengan baik dan dapat menarik para stakeholders ke dalam perusahaan

7. Hasil :
Sumber data yang digunakan dengan cara menganalisis ukuran kriteria yang berasal dari sumber data utama yang diperoleh tanpa melibatkan interaksi dengan orang lain, yang disebut dengan metode Unobtrusive. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dalam bentuk laporan tahunan perusahaan sub-sektor farmasi yang go public yang tedaftar di BEI. Populasi yang digunakan sebagai objek dalam melakukan penelitian ini adalah dari perusahaan yang bergerak di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengujian model regresi terhadap model yang telah dibuat oleh penulis, untuk pengujian model regresi, maka penulis menggunakan Software SPSS versi 21.0. Hubungan antara kriteria Good Corporate Governance terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dapat dirumuskan dengan persamaan berikut ini : 

CSRDli = β0 + β1UKOMi + β2INKOMi + β3UDITi + β4ASINGi + β5SIZEi 

Keterangan : 
CSRDli : Indeks Pengungkapan CSR Perusahaan i 
UKOM : Ukuran Dewan Komisaris 
INKOM : Proporsi Komisaris Independen 
UDIT : Ukuran Komite Audit 
ASING : Kepemilikan Saham Asing 
SIZE : Ukuran Perusahaan

Berdasarkan pengujian statistik deskriptif dapat di tabel sebagai berikut dengan Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 9 perusahaan dengan meneliti laporan tahunan perusahaan 5 tahun dari Tahun 2008-2012. Jadi total keseluruhan sampel dalam penelitian ini adalah 45 :

Keterangan
Jumlah Sampel
Nilai Minimum
Nilai Maksimum
Rata Rata
Simpangan Baku
CSRDI
45
0,000
0,892
0,26884
0,193434
UKOM
45
3,0
7,0
4,000
1,3143
INKOM
45
0,250
0,600
0,36969
0,086185
UDIT
45
2,0
5,0
3,200
0,6606
ASING
45
0,000
0,927
0,32269
0,363710
SIZE
45
4,865
12,317
6,88936
2,215382

- Hipotesis 1 menyatakan bahwa ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan CSR. Hipotesis 1 diuji dengan tingkat signifikansi 5%. Ukuran dewan komisaris (UKOM) mempunyai nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran dewan komisaris berpengaruh secara signifikan terhadap luas pengungkapan CSR. 
- Hipotesis 2 menyatakan bahwa proporsi komisaris independen tidak berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan CSR. proporsi komisaris independen yang diproksikan dengan (INKOM) mempunyai nilai signifikansi 0,778 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel proporsi komisaris independen tidak berpengaruh secara signifikan terhadap luas pengungkapan CSR. 
- Hipotesis 3 menyatakan bahwa ukuran komite audit tidak berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan CSR. ukuran komite audit yang diproksikan dengan Logaritma Natural (UDIT) mempunyai nilai signifikansi 0,235 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran komite audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap luas pengungkapan CSR. 
- Hipotesis 4 menyatakan bahwa kepemilikan saham asing tidak berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan CSR. kepemilikan saham asing yang diproksikan dengan (ASING) mempunyai nilai signifikansi 0,717 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kepemilikan saham asing tidak berpengaruh secara signifikan terhadap luas pengungkapan CSR. 
- Hipotesis 5 menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan CSR. kepemilikan saham asing yang diproksikan dengan (ASING) mempunyai nilai signifikansi 0,634 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap luas pengungkapan CSR. 

Sumber :
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=295560&val=2350&title=Analisis%20Pengaruh%20Kriteria%20Good%20Corporate%20Governance%20Terhadap%20Pengungkapan%20Corporate%20Social%20Responsibility%20Pada%20Perusahaan%20Sub-Sektor%20Farmasi%20Yang%20Terdaftar%20Di%20Bursa%20Efek%20Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar