Jumat, 17 Juni 2016

REVIEW JURNAL 2

1. Judul Penelitian :
Hubungan Antara ISO 14001, Environmental Performance dan Environmental Disclosure Terhadap Economic Performance

2. Penulis
Rezin Andayani

3. Nama Jurnal :
Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi Vol. 11 No 2 September 2015: 186 – 193

4. Tahun Terbit : 
2015

5. Latar Belakang Penelitian : 
Masalah lingkungan di Indonesia merupakan masalah yang penting dan harus diperhatikan, mengingat dampak buruk yang ditimbulkan dari pengelolaan lingkungan yang kurang baik kini semakin nyata. Namun seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat semakin menyadari adanya dampak-dampak sosial yang ditimbulkan oleh perusahaan dalam menjalankan operasinya untuk mencapai laba yang maksimal, yang semakin besar dan semakin sulit untuk dikendalikan. Dalam hal ini perusahaan manufaktur memiliki kontribusi yang cukup besar dalam masalah-masalah seperti polusi, limbah, keamanan produk dan tenaga kerja. Dilihat dari produksinya perusahaan manufaktur mau tidak mau akan menghasilkan limbah produksi dan hal ini berhubungan erat dengan masalah pencemaran lingkungan. Akuntansi sebagai alat pertanggungjawaban memiliki fungsi sebagai pengendali atas setiap unit usaha. Bentuk pertanggungjawaban akuntansi tentu harus diwujudkan dalam bentuk laporan keuangan dengan menyajikan dan mengungkapkan setiap materi akuntansi informasi yang dibutuhkan, oleh karena itu pinsip full disclousure memegang peranan penting. Sehingga perusahaan seharusnya melaporkan pengelolaan lingkungan perusahaannya dalam annual report. Banyak perusahaan di dalam menjalankan bisnisnya tidak berperan aktif dalam peraturan mengenai lingkungan dan belum pernah mengikuti penyuluhan tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta tidak menerapkan SML (Sistem Manajemen Lingkungan) ISO 14001. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 (SML ISO-14001) merupakan suatu perangkat pengelolaan lingkungan yang bersifat sukarela (voluntary) bertujuan untuk secara berkelanjutan mencapai perbaikan pengelolaan dan pengendalian dampak lingkungan, dengan prinsip kerja yang mengutamakan pencegahan polusi, taat dengan peraturan dan perbaikan berkelanjutan. UU RI No. 23 tahun 1997 mengenai Pengelolaan Lingkungan Hidup berlaku bagi semua Warga Negara Republik Indonesia, namun sampai saat ini pelaksanaanya masih jauh dari harapan. Pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup bahkan telah membetuk program yang disebut dengan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) sebagai bentuk penaatan lingkungan hidup perusahaan-perusahaan di Indonesia. Tujuan PROPER adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan dengan melakukan penilaian kegiatan lingkungan dari sudut pandang biaya (environmental costs) dan manfaat atau efek (economic benefit).

6. Metode :
Populasi dalam penelitian iniadalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria: 
1) Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2013. 
2) Menerbitkan laporan keuangan tahunan yang lengkap dalam mata uang rupiah selama tiga tahun pengamatan. 
3) Perusahaan telah mengikuti Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).
Dalam penelitian ini untuk ISO 14001 menggunakan uji kontingensi koefisien c dan uji analisis deskriptif sedangkan untuk environmental performance dan environmental disclosure menggunakan uji korelasi spearman rank. Secara sistematis kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat di gambarkan sebagai berikut: 












Gambar 1. Kerangka Pemikiran

7. Hasil :
Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa perusahaan yang bersertifikasi ISO 14001 memiiki kinerja ekonomi lebih tinggi dibandingkan perusahhan yang tidak bersertifikasi ISO 14001. Dengan rata-rata ROA 0,205 untuk perusahaan yang bersertifikasi ISO 14001 dan rata-rata ROA 0,064 untuk perusahaan yang tidak bersertifikasi ISO 14001. 
- Hipotesis 1 menyatakan bahwa ISO 14001 memiliki hubungan yang signifikan dengan economic performance, dari hasil uji menunjukkan nilai signifikansi (Approx. sig) sebesar 0,430 > 0,05 dan dilihat dari koefisien kontingensi, ISO 14001 memiliki hubungan yang kuat dengan economic performance (ROA) dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,707. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ISO 14001 memiliki hubungan yang positif tidak signifikan dengan tingkat korelasi kuat terhadap economic performance (ROA), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 tidak terbukti yaitu ISO 14001 memiliki hubungan yang positif tidak signifikan dengan economic performance. 
- Hipotesis 2 menyatakan bahwa environmental performance yang diukur dengan peringkat PROPER dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) memiliki hubungan yang signifikan dengan economic performamnce (ROA), dari hasil uji menunjukkan nilai sig (2-tailed) 0,00 < 0,05 dan dilihat dari correlation coefficient, environmental performance memiliki hubungan yang sedang dengan economic performance dengan nilai correlation coefficient sebesar 0,564. Sehingga dapat disimpulkan bahwa environmental performance memiliki hubungan yang positif signifikan dengan tingkat korelasi sedang terhadap economic performance, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 terbukti yaitu environmental performance (PROPER) memiliki hubungan yang positif signifikan dengan economic performance. 
- Hipotesis 3 menyatakan bahwa environmental disclosure memiliki hubungan yang signifikan dengan economic performance, dari hasil uji menunjukkan niali sig (2-tailed) 0,00 < 0,05 dan dilihat dari correlation coefficient, environmental disclosure memiliki hubungan yang sedang dengan economic performance dengan nilai correlation coefficient sebesar 0,580. Sehingga dapat disimpulkan bahwa environmental disclosure memiliki hubungan yang positif signifikan dengan tingkat korelasi yang sedang terhadap economic performance, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 terbukti yaitu environmental disclosure memiliki hubungan yang positif signifikan dengan economic performance. 


Sumber :
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=381171&val=5258&title=HUBUNGAN%20ANTARA%20ISO%2014001,%20ENVIRONMENTAL%20PERFORMANCE%20DAN%20ENVIRONMENTAL%20DISCLOSURE%20TERHADAP%20ECONOMIC%20PERFORMANCE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar