I. Pengertian Bisnis
Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu
dan sekelompok orang atau organisasi yang menciptakan nilai (create value)
melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Istilah Bisnis pada umumnya ditekankan pada 3 hal yaitu: usaha-usaha perorangan kecil-kecilan dalam bidang barang dan jasa,usaha perusahaan besar seperti pabrik,transport,perusahaan surat kabar,hotel dan sebagainya.dan usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu bangsa. Berikut ini adalah jenis jenis bisnis terdiri dari:
Istilah Bisnis pada umumnya ditekankan pada 3 hal yaitu: usaha-usaha perorangan kecil-kecilan dalam bidang barang dan jasa,usaha perusahaan besar seperti pabrik,transport,perusahaan surat kabar,hotel dan sebagainya.dan usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu bangsa. Berikut ini adalah jenis jenis bisnis terdiri dari:
1. Monopsoni
Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha
menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau
jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi
didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi
tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Contohnya : hanya ada satu
perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI
2. Monopoli
Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein,
menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang
menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau
sering disebut sebagai “monopolis”.
3. Oligopoli
Oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu
jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih
dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Praktek oligopoli umumnya dilakukan
sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk
masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai
salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan
menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara
pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar
oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital
intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri
kertas.
4. Oligopsoni,
Oligopsoni adalah keadaan dimana dua atau lebih
pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas
barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.
II. Tujuan Kebijakan Bisnis
1. Melindungi usaha kecil dan menengah.
Kebijakan bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil
dan menengah, karena mayoritas bisnis di Negara kita ini di dominasi oleh
usaha-usaha menengah ke atas. Kebijakan ini berguna u ntuk mencegah usaha kecil
tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah berusaha. Padahal justru
usaha kecil ini yang perlu dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih besar dan
mempunyai daya saing.
2. Melindungi lingkungan hidup sekitarnya.
Melakukan bisnis atau usaha di Negara kita ini
memiliki aturan, dan itu diharuskan. Aturan tersebut antara lain adalah
tujuannya untuk tidak merusak atau memberi dampak negative kepada lingkungan
hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut.Tidak dibenarkan jika
membuang limbah ke tempat yang dimanfaatkan oleh penduduk sekitar, seperti
sungai. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan
meminimalisasikan dampak negative yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan
lingkungan hidup sekitarnya.
3. Melindungi konsumen.
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang
mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen adalah raja yang perlu
dilindungi. Konsumen jangan sampai dirugikan atau dikecewakan oleh karena
mengkonsumsi jasa atau barang yang diproduksi dari para pebisnis tersebut.
Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik dan pelayannya pun
harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan mendapatkan yang terbaik dari
para pebisnis tersebut, konsumen tidak segan-segan bekerja sama kembali.
4. Pendapatan pemerintah.
Banyaknya bisnis yang beroperasi di Negara kita ini
tentunya juga memberikan keuntungan bagi Negara kita juga. Bisnis yang
beroperassi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah
yang sering kita sebut dengan devisa. Semakin banyak untung/laba yang diperoleh
suatu uasaha bisnis, semakin besar pula ia harus membayar pajak Negara demikian
sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk
melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah di Negara kita ini. Namun sering
terjadi penyelewengan terhadap uang yang seharusnya menjadi hak rakyat ini (
korupsi ).
III. Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh
suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada
individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah
sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu
mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh
memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor
tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada
di antara dua sistem ekstrim tersebut.
1. Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada konsep kapitalisme
dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan produsen dan konsumen bebas
menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu).
Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan
oleh mekanisme penawaran- permintaan (demand-supply).
2. Perekonomian pasar
Perekonomian pasar campuran atau mixed market
economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana.
Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar
melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti
Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat
tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya
larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur,
pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan
negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok
Timuryang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaan.
IV. Kesempatan Bisnis/ usaha
1. Penuhi kebutuhan konsumen
2. Jual Keunikan
3. Duplikasi Usaha Lain
4. Beri Fasilitas Tambahan
5. Jual keterampilan
6. Jadi Agen
7. Jual Barang Second
8. Buka Kantor
9. Jalankan DS/MLM
10. Beli Waralaba
11. Beli Usaha Prospektif
12. Beli Usaha Sekarat
13. Buka Lokasi
14. Usaha Bersama
V. Unsur-unsur Penting dalam Aktivasi Ekonomi
1. Keinginan Manusia
Keinginan Manusia merupakan unsur terpenting dalam
aktivitas ekonomi karena manusia memiliki keinginan yang membuat mereka dapat
berpikir keras untuk memenuhi keinginannya tersebut. Seperti keinginan untuk
berhasil di bidang bisnis. Manusia akan mencari cara agar pruduk yang mereka
ciptakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
2. Sumber Daya
Sumber daya merupakan hal terpenting ke dua dalam
aktivitas ekonomi. Karena sumber daya juga merupakan kunci dalam memperoleh
kesuksesan dalam bidang ekonomi. Contohnya saja seorang yang ingin memulai
usaha warnet namun, ia tidak mengerti tentang jaringan internet atau-pun
komputer itu sendiri. Maka itu bias menyebabkan ketidak nyamanan para
pelanggannya ketika terjadi gangguan. Maka seharusnya pemilik harus memiliki
sumber daya manusia yang cukup.
3. Cara-cara berproduksi ( Tehniques Of Production)
Cara pembuatan barang pada umumnya berada di luar
bidang ekonomi, tetapi persoalan barang-barang dan atau jasa-jasa apa yang
harus di produksi, berapa banyak barang atau jasa yang harus diproduksi dan
cara-cara mana yang di gunakan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut
sehingga mencapai pembiayaan yang minimal dan hal tersebut adalah termasuk
bidang ekonomi dan merupakan pesoalan-persoalan yang harus diperhatikan oleh
ahli-ahli ekonomi.
VI. Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis yang sesungguhnya adalah mementingkan
orang lain. Ini bukan sekadar konsep kemuliaan dan spiritualitas. Ini konsep
bisnis. Bahkan bisnis itu sendiri pada hakekatnya adalah spiritualitas. Bisnis
yang sejati haruslah dilandaskan pada spiritualitas dan akan menghasilkan
tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, baik bagi pelaku maupun pelanggan.
Orang yang melayani orang lain dengan keahlian yang tinggi akan menjadi orang
yang penting dan bernilai.
H. Mengapa belajar bisnis
Bisnis perlu dipelajari, karena peranan bisnis
sangatlah penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan bisnis, suatu
perusahaan/badan dapat memenuhi setiap kebutuhan (demand) dari konsumen yang
beraneka ragam dan kemudian skonsumen merasa terpuaskan.
BAB 2. Perusahaan dan Lingkungan Perusahaan
I. Pengertian Perusahaan
Perusahaan adalah organisasi yang didirikan oleh
seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya melakukan
produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia. Kegiatan
produksi dan distribusi dilakukan dengan menggabungkan berbagai faktor
produksi, yaitu manusia, alam dan modal. Kegiatan produksi dan distribusi umumnya
dilakukan untuk memperoleh laba. Namun ada juga kegiatan produksi yang
tujuannya bukan untuk mencari laba. Seperti yayasan sosial, keagamaan, dll.
Hasil suatu produksi dapat berupa barang dan jasa.
II. Tempat Kedudukan dan Letak Perusahaan
Dalam sebuah perusahaan pasti terdapat sebuah
kedudukan dan letak atau lokasi dari perusahaan tersebut, berikut pengertiannya
:
Tempat Kedudukan adalah kedudukan perusahaan adalah
kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan. Jadi, bisa dibilang induk dari
sebuah perusahaan yang mungkin saja memiliki cabang-cabang diberbagai tempat.
Dan di induk perusahaan ini (kantor pusat) semua laporan dari berbagai cabang
akan di olah lebih lanjut disini.
Letak Perusahaan atau Tempat Perusahaan adalah suatu
tempat di mana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik. Yang dimana semua
kegiatan perusahaan yg internal dilakukan di perusahaan tersebut bisa dikatakan
sebagai sebuah wadah ataupun tempat penampungan bisnis yang akan
dikelola.sebagai contoh bentuk tempat perusahaan adalah pabrik tempat
memproduksi barang.
Jenis lokasi perusahaan:
1. Lokasi perusahaan yang terikat pada alam.
Letak perusahaan ini sangat ditentukan oleh
sumber-sumber alam. Jadi, tidak dapat ditentukan oleh manusia. Sebagai contoh,
usaha pertanian dan pertambangan. Letak perusahaan pertambangan minyak bumi
harus berada di tempat dimana ada minyak bumi.
2. Lokasi perusahaan berdasarkan sejarah.
Yakni perusahaan menjalankan aktivitas usahanya di
suatu daerah tertentu hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Contoh,
perusahaan batik yang letaknya hanya di Jakarta. Kenapa harus di Yogya tidak di
Pematang Siantar? Ini hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah. Demikian pula
untuk membuka usaha dodol Garut, tentu harus berlokasi di Garut, tidak di
makassar.
3. Lokasi perusahaan yang ditetapkan pemerintah.
Yakni suatu perusahaan hanya dapat menjalankan
aktivitasnya pada tempat atau daerah yang ditentukan atau ditetapkan pemerintah
terlebih dahulu. Misalnya, letak perusahaan pemeliharaan babi, atau letak
pabrik senjata. Letak usaha-usaha tersebut biasanya ditetapkan oleh pemerintah
karena pertimbangan tertentu.
4. Lokasi pertokoan.
Untuk memilih lokasi pertokoan harus diingat bahwa
konsumen umumnya tertarik untuk belanja ke took atau ke lokasi yang memiliki
banyak jenis dan persediaan barang dagangan dan memiliki reputasi tinggi.
5. Lokasi yang dipengaruhi oleh factor ekonomi.
Misalnya dekat dengan bahan baku, dekat dengan pasar,
dekat dengan penyedia tenaga-kerja, dekat dengan penyedia sumber energi, iklim,
ongkos transport, dan tenaga air.
III. Perusahaan dan Lembaga Sosial
1. Tujuan Pendirian Perusahaan
Secara umum tujuan pendirian perusahaan adalah untuk
mempertahankan eksistensinya. Dalam hal ini perusahaan berusaha menciptakan
laba, menciptakan pelanggan, dan menjalankan upaya-upaya pengembangan dengan
memusatkanperhatian pada kebutuhan masyarakatdalm hal produk yang diinginkan,
kualitas, harga, kuantitas, waktu pelayanan, kegunaan produk dan sebagainya.
2. Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
Sistem adalah satu kesatuan dari unit-unit yang
saling berinteraksi, baik secara langsung maupun tidak langsungdalam rangka
mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan
kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung
mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai
tujuan tertentu.
IV. Berbagai Macam Lingkungan Perusahaan &
Pengaruhnya Terhadap Perusahaan
1. Lingkungan Eksternal
1. Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh
tidak langsung terhadap kegiatan perusaan. Lingkungan eksternal meliputi
variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di
dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di
dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini
terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, Lingkungan eksternal
perusahaan dapat dibedakan menjadi :
a. Lingkungan eksternal makro
Adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak
langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
Contoh :
-
Keadaan alam: SDA, lingkungan.
-
Politik dan hankam: kehidupan operasional
perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara dimana perusahaan
berada menciptakan.
-
Hukum
-
Perekonomian
-
Pendidikan dan kebudayaan
-
Sosial dan budaya
-
Kependudukan
-
Hubungan internasional.
b. Lingkungan eksternal mikro
Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung
terhadap kegiatan usaha. Contoh :
-
Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan
operasi perusahaan.
- Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang
berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
-
Teknologi: yang berkaitan dengan perkembangan
proses kerja, peralatan metode, dll.
-
Pasar, sebagai sasaran dari produk yang
dihasilkan perusahaan.
2.
Lingkungan Internal
Lingkungan
internal dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung
mempengaruhi hasil produksi.
Contoh
:
-
Tenaga kerja
-
Peralatan dan mesin
-
Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
-
Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
-
Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan
pengambilan keputusan
Lingkungan secara umum yang harus dianalisis
kekuatannya oleh manajer karena mempengaruhi pembuat keputusan dan perencanaan
adalah kekuatan teknologi, ekonomi, demografi, sosial budaya serta politik dan
hukum. Perubahan – perubahan yang terjadi pada lingkungan sangat dinamis dan
kadang – kadang pengaruhnya pada manajemen tidak dapat diperkirakan terlebih
dahulu. Karenanya manajemen dituntut untuk bersikap tanggap dan adaptif, selalu
mengikuti dan menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan.
Faktor Lingkungan yang Secara Langsung Berpengaruh
terhadap Perusahaan
1. Para pesaing ( Competitors )
Dengan pemahaman akan lingkungan persaingan yang
dihadapi, organisasi dpt mengetahui posisi persaingannya sehingga mampu
mengoptimalkan operAsinya.
2. Langganan ( Customers )
Langganan perusahaan dapat berupa lembaga seperti
sekolah, kantor pemerintah atau langganan perseorangan Dalam situasi persaingan
yang ketat melalui kepuasan keinginan pelangganlah perusahaan dpt menjaga
kelangsungan hidup berkembang dan mendapatkan keuntungan.
3. Penyedia ( Suppliers )
Setiap organisasi sangat tergantung dari sumber untuk
memenuhi kebutuhan bahan baku, bahan pembantu, energi dan peralatan yang
digunakan untuk proses produksi.
4. Lembaga-lembaga Keuangan
4. Lembaga-lembaga Keuangan
Organisasi tergantung pada bermacam-macam lembaga
keuangan seperti bank, perusahaan asuransi termasuk pasar modal untuk menjaga
dan memperluas kegiatannya.
5. Pasar Tenaga Kerja ( Labor Supply )
Organisasi memerlukan karyawan dengan bermacam-macam
ketrampilan, kemampuan dan pengalaman. Kemampuan menarik dan mempertahankan
karyawan yang cakap merupakan prasyarat bagi perusahaan yang sukses.
6. Perwakilan Pemerintah
Perwakilan pemerintah ini biasanya menetapkan
peraturan, prosedur perijinan, dan pembatasan lain untuk melindungi masyarakat.
V. Pendekatan Dalam Melihat Bisnis & Lingkungan
Kesempatan bisnis serta bisnis itu akan selalu
dipengaruhi oleh lingkungan. Hubungan antar bisnis dengan lingkungan sangat
erat. Perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akan
tersingkir dari kancah persaingan bisnis. Hubungan antar bisnis dengan dengan
lingkungan kemudian ditelaah oleh para usahawan. Pada mulanya telah dilakukan
secara tradisional yaitu mereka beranggapan bahwa bisnisnyalah yang merupakan
hal yang terpenting atau yang menduduki titik sentral sedangkan lingkungan
merupakan hal sekunder yang mengelilingi bisnisnya. Pandangan tradisional
tersebut sering disebut dengan yang berorientasi produsen atau “Producer Oriented
Aproach”. Pandangan itu memang cocok dengan kondisi saat itu , dimana pada saat
itu keadaannya disebut sebagai “seller’s market”, yang artinya produsen masih
langka sehingga barang apapun yang dihasilkan akan selalu terjual.
Akan tetapi keadaan itu berubah, dimana pengusaha
menjadi bertambah banyak dan masyarakat menjadi lebih selektif sehingga
timbulah persaingan yang ketat diantara para pengusaha. Hanya pengusaha yang
mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumenlah yang mampu bertahan. Keadaan
ini disebut “buyer’s market” atau “pasar pembeli” yaitu keadaan dimana pembeli
yang akan menentukan semuanya dan bukan bukan penjual. Dalam hal ini berlaku
suatu ungkapan “pembeli adalah raja”.
Dalam hal ini siapa yang berhasil mendekati konsumen
dialah yang akan bertahan dalam kancah persaingan bisnis. Pada saat seperti
inilah pengusaha harus pandai melihat factor lingkungan. Jadi dalam hal ini
yang merupakan factor yang sentral adalah masyarakat atau konsumen sedangkan
pengusaha atau bisnisman mengelilinginya untuk melayani kebutuhan secara lebih
baik sesuai dengan selera konsumen. Pandangan ini disebut “Consumer Oriented
Approach” atau “pendekatan yang berorientasi konsumen”.
BAB 3. Bentuk-Bentuk Badan Usaha
I. Bentuk Yuridis Perusahaan
Badan usaha adalah suatu organisasi yang merupakan
kesatuan yuridis dan yang berusaha mencari keuntungan menggunakan faktor-faktor
produksi. Disebut kesatuan yuridis karna
biasanya badan usaha berbadan hukum. Badan usaha yang berdasarkan
pemilikan perusahaan modal sendiri atau Badan Usaha Swasta antara lain:
a. Perusahaan Perserorangan
Perusaaan perorangan adalah suatu badan usaha yang
dimiliki, dikelola, dan dipimpin seorang yang bertanggung jawab penuh terhadap
semua kekayaan dan kewajiban perusahaan. Tanggung jawab seorang pengusaha dalam
perrusahaan perorangan bersifat tidak terbatas. Dengan demikian, tidak ada
pemisahan kekayaan pribadi. Dalam hal izin usaha persyaratannya lebih mudah dan
sederhana jika dibandingkan dengan bentuk perusahaaan yang lain.
Ciri-ciri perusahaan perorangan adalah sebagai
berikut:
1. Pemilik bertangggung jawab atas semua kewajiban
(utang) dengan jaminan seluruh harta kekayaan pribadinya.
2. Bentuk organisasinya sederhana dan pendiriannya relative mudah serta tidak ada peraturan khusus atau undang-undang yang mengaturnya.
2. Bentuk organisasinya sederhana dan pendiriannya relative mudah serta tidak ada peraturan khusus atau undang-undang yang mengaturnya.
3. Cocok untuk kegiatan usaha yang modal relatif
kecil.
Kelebihan dari perusahaan perseorangan antara lain:
1. Keputusan dapat dengan cepat dilaksanakan
karena pengambilan keputusan hanya dilakukan oleh satu orang yaitu pemilik
perusahaan tersebut.
2. Badan usaha ini dapat dengan mudah didirikan dan
tidak ada yang mempersoalkan manajemen perusahaan karena kepemilikannya hanya
satu orang.
3. Seluruh
keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan tersebut.
4. Sifat
kerahasiaan perusahaan baik dalam hal keuangan maupun produksi dapat terjamin
dengan baik
5. Mudah
bergerak karena undang-undang yang mengaturnya relative sedikit.
6. Biasanya
pemilik perusahaan lebih giat berusaha untuk mencapai tujuan dari perusahaannya
karena memiliki motivasi yang kuat untuk mendapatkan laba.
Sedangkan kekurangan dari badan usaha ini adalah:
1. Tanggung
jawab pemilik perusahaan tidak terbatas sehingga seluruh kekayaan pribadi dari
pemilik perusahaan menjadi jaminan atas hutang-hutang perusahaan.
2. Besarnya
perusahaan terbatas karena sumber dana atau keuangan perusahaan hanya
bergantung pada kemampuan pemilik perusahaan saja.
3. Kelangsungan
usaha kurang terjamin sebab jika pemiliknya mengalami suatu masalah besar maka
aktivitas perusahaan tentu akan berhenti.
4. Kepemimpinan
dan pengelolaan manajemennya lebih sulit karena hanya dikelola oleh satu orang
saja yaitu pemilik perusahaan tersebut.
b. Firma
Firma merupakan suatu badan usaha yang dapat
dikatakan sebagai sebuah persekutuan karena dijalankan oleh beberapa orang
namun dengan menggunakan satu nama sehingga hasil keuntungan yang diperoleh
nanti dibagikan ke semua anggotanya. Tanggung jawab yang dimiliki setiap
anggota firma pun tidak terbatas sehingga resiko atau kerugian pun akan
ditanggung bersama-sama. Setiap anggota dalam persekutuan firma pun berhak
bertindak atas nama firma. Firma memiliki ketentuan tersendiri yang diatur
dalam undang-undang yaitu:
1. Setiap
anggota yang tergabung dalam firma berhak menjadi pemimpin
2. Anggota firma tidak berhak memasukkan orang
lain untuk menjadi anggota baru tanpa persetujuan dari anggota yang lain.
3. Keanggotaan tidak dapat dipindahkan kepada
orang lain selama anggota tersebut masih hidup.
4. Tidak ada pemisahan antara kekayaan pribadi
para anggota dengan kekayaan perusahaan karena apabila kekayaan perusahaan
tidak cukup untuk menutupi hutang perusahaan, maka kekayaan para anggotanya
yang menjadi jaminan.
5. Apabila ada sekutu yang tidak memasukkan
modal tetapi hanya memberi pikiran ataupun tenaga, maka akan mendapatkan laba
dengan perolehan yang sama dengan anggota firma yang memberikan modal terkecil.
Kelebihan dari Firma itu sendiri yaitu:
1. Kebutuhan akan modal perusahaan dapat lebih
mudah terpenuhi dan peminjaman kredit pun lebih mudah karena memiliki kemampuan
finansial yang besar
2. Kemampuan pengelolaan manajemen lebih mudah
karena bisa dilakukan pembagian kerja kepada para anggota firma.
3. Keputusan diambil berdasarkan
pertimbangan dari berbagai pihak anggota firma.
Kekurangan dari Firma antara lain:
1. Karena tanggung jawab setiap anggota yang
tidak terbatas terhadap seluruh hutang perusahaan, maka kekayaan pribadi para
anggota Firma akan menjadi jaminannya.
2. Apabila terjadi kerugian yang disebabkan
salah satu anggota Firma, maka semua anggota harus menanggungnya.
3. Kelangsungan dari perusahaan
tidak menentu, karena apabila salah satu anggota mengundurkan diri atau
membatalkan perjanjian, secara otomatis Firma pun dinyatakan bubar.
4. Karena kepemimpinan dipegang oleh
lebih dari satu orang, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi perselisihan
antar anggota.
c. Perseroan
Komanditer (CV)
Perseroan Komanditer atau dapat dikatakan
Commanditaire Vennootschape (CV) merupakan suatu persekutuan yang didirikan
oleh 2 (dua) orang atau lebih yang mempercayakan uangnya untuk digunakan oleh
persekutuan tersebut. Persekutuan Komanditer memiliki kesamaan dengan
Firma, yaitu tidak ada kekayaan sendiri. Dalam Persekutuan Komanditer ini,
anggota atau sekutu dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Sekutu aktif/Sekutu komplementer
Sekutu/anggota yang menjalankan semua kebijakan
perusahaan dan berhak untuk melakukan perjanjian dengan pihak ketiga serta
memiliki tanggung jawab penuh atas hutang-hutang perusahaan. Jadi apabila
kekayaan perusahaan tidak cukup untuk menutupi hutang perusahaan, maka kekayaan
pribadinya yang akan menjadi jaminannya.
2. Sekutu pasif/Sekutu Komanditer
Sekutu/anggota yang hanya menyerahkan modal saja dan
memiliki tanggung jawab yang terbatas atas persekutuan tersebut. Dan apabila
perusahaan menderita kerugian, mereka hanya bertanggung jawab sampai batas
modal yang ditanam dalam persekutuan itu saja.
Pembagian keuntungan dalam Perseroan Komanditer (CV)
ialah sesuai dengan kesepakatan awal. Dan persekutuan ini juga didirikan dengan
akta dan harus didaftarkan. Perseroan Komanditer (CV) pun memiliki kelebihan
dan kekurangannya tersendiri, antara lain:
Kelebihan Perseroan Komanditer (CV) :
1. Proses pendirian Perseroan
Komanditer (CV) relatif mudah.
2. Kemampuan manajemennya lebih
mudah karena kepemimpinan dipegang oleh lebih dari satu orang.
3. Kebutuhan
modal dapat lebih terpenuhi karena modal yang dikumpulkan relatif besar.
4. Kesempatan untuk berkembang
lebih besar.
Sedangkan kekurangan dari Perseroan Komanditer (CV)
yaitu:
1. Kelangsungan hidup persekutuan
tidak terjamin.
2. Tanggung jawab bagi para sekutu aktif
yang tidak terbatas hingga kekayaan pribadinya menjadi jaminan atas
hutang-hutang tu aktif yang tidak terbatas hingga kekayaan pribadinya menjadi
jaminan atas hutang-hutang perusahaan.
3. Tanggung jawab terbatas yang
dimiliki sekutu pasif mengakibatkan mengendorkan semangat untuk memajukan
persekutuan.
4. Apabila sudah menamkan modal, sulit
untuk menariknya kembali.
d. Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas (PT) atau sering disebut Naamloze
Vennootschaap (NV) adalah suatu badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau
lebih yang memiliki saham di perusahaan tersebut. Perseroan Terbatas ini
memperoleh modal dari hasil penjualan saham untuk itulah kepemilikannya pun
dimiliki lebih dari satu orang dan apabila salah satu dari pemilik saham
tersebut mengundurkan diri, perusahaan tetap dapat berjalan tanpa perlu
khawatir akan dibubarkan karena saham yang dimiliki orang tersebut bisa dijual
ke orang lain atau diganti kepemilikannya. Tanggung jawab para pemegang saham
dalam Perseroan Terbatas pun hanya sebatas sebesar modal yang mereka serahkan.
Jadi mereka bertanggung jawab atas hutang-hutang perusahaan hanya sebesar modal
yang disetorkan masing-masing individu, atau dapat dikatakan kekayaan milik
perusahaan dipisah dengan kekayaan pribadi para pemegang saham.
Kelebihannya antara lain sebagai berikut:
a. Kelangsungan hidup
perusahaan terjamin karena tidak dapat dengan mudah dibubarkan meskipun salah
satu anggota atau pemegang saham menyatakan mengundurkan diri.
b. Tanggung jawab para pemegang
saham yang terbatas sehingga kekayaan pribadi mereka tidak perlu menjadi
jaminan untuk hutang-hutang atau kewajiban-kewajiban perusahaan lainnya.
c. Saham dapat
diperjualbelikan ke siapapun dengan relative mudah
d. Pengelolaan perusahaan dapat
dilakukan dengan lebih efisien terutama soal kepemimpinan perusahaan tersebut.
Namun, selain kelebihan tentu setiap perusahaan
memiliki kekurangan sendiri, yaitu:
1. Pemungutan pajak untuk
Perseroan Terbatas relatif besar.
2. Rahasia tidak terjamin aman
karena kepemilikan saham dipegang oleh lebih dari satu orang.
3. Biaya pendirian Perseroan
Terbatas relatif mahal
4. Kurangnya perhatian pemegang
saham terhadap perusahaan karena mereka merasa tanggung jawab mereka terbatas.
Selain itu, pendirian Perseroan Terbatas (PT) juga
harus memenuhi syarat formal dan material yang telah ditentukan. Syarat
formalnya adalah sebagai berikut:
1. Modal Statuter
Besarnya modal sesuai dengan yang telah dicantumkan
dalam akta pendirian.
2. Modal yang ditetapkan
Modal yang telah dimiliki oleh seseorang dan berupa
saham. Besarnya minimal 20% dari modal statuter.
3. Modal yang disetor
10% dari modal statute haruslah disetor secara tunai
atau berupa barang yang senilai.
4. Modal Portofolio
Modal yang berupa saham yang masih berada dalam
perusahaan tersebut.
Dan karena kepemimpinan dalam Perseroan Terbatas (PT)
dimiliki oleh lebih dari satu orang, maka dalam PT ada pembagian hak suara.
Bagi yang memiliki saham dibawah 100 lembar, maka ia mempunyai hak suara 1,
jika jumlah saham yang dimiliki lebih dari 300 lembar maka hak suaranya adalah
3, dan jumlah hak suara paling banyak adalah 6.
e. BUMN
BUMN (Badan Usaha Milik Negara) adalah semua badan
usaha apapun yang seluruh atau sebagian besar modalnya merupakan kekayaan
negara. Modal BUMN berasal dari:
1. Seluruh modal
berasal dari negara
2. Sebagian modal
paling sedikit 51% berasal dari negara sedangkan sebagian modal lainnya berasal
dari swasta.
Untuk itu, BUMN dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Perseroan
Terbatas Negara
Perseroan Terbatas Negara sebelumnya disebut dengan
Perusahaan Negara (PN). Modal yang dimiliki Perseroan Terbatas Negara ini
sebagian berasal dari negara sedangkan sebagian lainnya berasal dari swasta.
Perseroan ini memiliki tujuan untuk mencari laba semaksimum mungkin tentunya
dengan menggunakan faktor produksi secara efisien serta menyediakan barang dan
jasa bermutu tinggi dan berdaya saing kuat. Dasar hukum yang mengubah
Perusahaan Negara menjadi Perseroan Terbatas Negara antara lain:
o Instruksi Presiden RI No. 17
tanggal 28 Desember 1967
o Peraturan Pemerintah
Pengganti Udang-Undang No 1 Tahun 1969
o Peraturan Pemerintah RI No.
12 Tahun 1969
Perseroan ini memiliki syarat tersendiri agar bisa
didirikan, antara lain:
1. Sudah melakukan penyehatan
sedemikian rupa sehingga perbandingan antara faktor-faktor produksi berbanding
rasional
2. Sudah menyusun neraca dan
perkiraan rugi/laba sampai saat didirikannya perseroan
3. Sudah melunasi semua
hutangnya kepada kas negara
4. Ada harapan untuk mengembangkan
usaha
2. Perusahaan Negara Umum
Perusahaan Negara Umum (PERUM) merupakan perusahaan
yang modalnya seluruhnya berasal dari negara dan tidak terbagi atas saham.
Perusahaan ini didirikan tidak hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga
untuk kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan barang dan jasa yang bermutu
tinggi. PERUM dipimpin oleh suatu direksi yang bertanggung jawab atas
segala hubungan hukum dengan pihak lain dan diatur menurut hukum perdata.
Meskipun BUMN dibagi menjadi 2 (dua) jenis
berdasarkan permodalannya, namun secara umum BUMN memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
1. Tujuan utamanya
adalah melayani kepentingan masyarakat luas dan mencari keuntungan.
2. Berstatus badan
hukum yang diatur berdasarkan undang-undang dan tunduk pada peraturan hukum di
Indonesia
3. Secara
finansial, memiliki nama dan kekayaan sendiri agar dapat berdiri sendiri.
4. Bergerak
dibidang produksi atau jasa yang bersifat vital (menyangkut hajat hidup orang
banyak).
5. Modalnya
meliputi kekeyaan Negara yang dipisah-pisahkan dan tidak terbagi-bagi atas
saham-saham.
6. Setiap tahunnya
harus menyusun laporan tahunan yang memuat neraca dan laporan rugi-laba untuk
disampaikan kepada pihak yang berkepentingan.
Contoh perusahaan yang termasuk BUMN ialah
Pengadaian, Telkom, PLN, PT. KA, dll.
f. Koperasi
Koperasi ialah suatu organisasi bisnis yang dikelola
oleh orang-orang atau badan hukum dengan berlandaskan pada prinsip gerakan
ekonomi rakyat dan asas kekeluargaan agar dapat bekerjasama untuk menjalankan
usahanya demi meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Yang menjadi landasan koperasi menurut Undang-undang
Pokok Perkoperasian No. 12 tahun 1967 antara lain:
1. Landasan Iidil
Landasan iidil koperasi adalah Pancasila. Setiap koperasi di Indonesia harus bermoral Pancasila, segala tindakan dan usahanya harus berpedoman kepada Pancasila.
Landasan iidil koperasi adalah Pancasila. Setiap koperasi di Indonesia harus bermoral Pancasila, segala tindakan dan usahanya harus berpedoman kepada Pancasila.
2. Landasan Struktual
Landasan ini yaitu UUD 1945. Koperasi harus berlandaskan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang intinya yaitu koperasi adalah usaha bersama atas dasar kekeluargaan dan gotong royong serta yang diutamakan adalah kepentingan seluruh anggota (masyarakat).
Landasan ini yaitu UUD 1945. Koperasi harus berlandaskan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang intinya yaitu koperasi adalah usaha bersama atas dasar kekeluargaan dan gotong royong serta yang diutamakan adalah kepentingan seluruh anggota (masyarakat).
3. Landasan Mental
Landasan mental koperasi adalah berupa setia kawan dan kesadaran pribadi. Setia kawan yang dimaksud disini adalah sifat gotong royong, sedangkan kesadaran pribadi menggambarkan kepercayaan diri untuk menaikkan taraf hidup dan kemakmuran para anggotanya.
Landasan mental koperasi adalah berupa setia kawan dan kesadaran pribadi. Setia kawan yang dimaksud disini adalah sifat gotong royong, sedangkan kesadaran pribadi menggambarkan kepercayaan diri untuk menaikkan taraf hidup dan kemakmuran para anggotanya.
Sedangkan Prinsip Koperasi adalah:
1. Keanggotaannya
bersifat sukarela
2. Pengelolaan
manajemen koperasi dilakukan secara demokrasi
3. Hasil usahanya
dibagikan secara adil sebanding dengan jasa masing-masing anggota
4. Balas jasa yang
diberikan terbatas terhadap modal
5. Mandiri
Dan seperti halnya Badan Usaha yang lain, Koperasi
pun memiliki ciri-ciri yaitu sebagai berikut:
1. Lebih
mengutamakan keanggotaan dan sifat persamaan
2. Anggotanya
bebas keluar masuk menjadi anggota
3. Menjalankan
usaha demi kesejahteraan anggota
4. Didirikan
secara tertulis dengan akte pendirian
5. Tanggung jawab
usaha koperasi ditangan para pengurus
6. Para anggota turut
bertanggung jawab atas hutang koperasi terhadap pihak lain.
Koperasi pun memiliki beberapa kelebihan, antara
lain:
1. Pengelolaannya bertujuan
untuk memupuk laba demi kepentingan anggotanya.
2. Koperasi dapat berperan sebagai
konsumen maupun produsen.
3. Koperasi berdasarkan
kesukarelaan.
4. Selalu mengutamakan kepentingan
anggotanya.
Namun dibalik kelebihannya, koperasi juga masih
memiliki kekurangan seperti halnya dibawah ini:
2. Daya saing koperasi lemah
dibandingkan dengan badan usaha lainnya.
3. Tingkat kesadaran untuk
berkoperasi pada anggota masih rendah
II. LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga keuangan adalah suatu badan yang
bergerak dibidang keuangan untuk menyediakan jasa bagi nasabah atau masyarakat.
Lembaga Keangan memiliki fungsi utama ialah sebagai lembaga yang dapat
menghimpun dana nasabah atau masyarakat ataupun sebagai lembaga yang
menyalurkan dana pinjaman untuk nasabah atau masyarakat. Di Indonesia lembaga
keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga
keuangan bukan bank.
1. Lembaga
Keuangan Bank
- Bank Sentral
Di Indonesia Bank Indonesia yang mempunyai peran
sebagai Bank Sentral. Bank sentral memiliki tanggung jawab terhadap setiap
kebijakan moneter yang diberlakukan oleh setiap negara yang memiliki lembaga
ini. Dibandingkan dengan perbankan lainnya maka bank sentral tidak
memiliki kepentingan profit dalam menjalankan tugasnya karena bank
sentral memiliki tugas sebagai penjaga kebijakan moneter dari pemerintahan yang
sangat berbeda jelas dengan bank bank konvensional di setiap negara. Tugas dari
bank sentral yang utama yaitu menjaga kestabilan dari nilai kurs dalam negeri dalam hal ini kurs
mata uang dari suatu negara, menjaga kestabilan bisnis perbankan dan
juga sistem perekonomian negara secara menyeluruh sehingga bank sentral menjadi
lembaga yang penting dari suatu negara.
- Bank Umum
Bank umum merupakan bank yang bertugas melayani
seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani masyarakat, baik masyarakat perorangan
maupun lembaga-lembaga lainnya. Bank umum juga dikenal dengan bank komersial
dan dikelompokan kedalalm 2 jenis yaitu bank umum devisa dan bank umum non
devisa. Bank umum yang berstatus devisa memiliki produk yang lebih luas
daripada bank non devisa, antara lain dapat melaksanakan jasa yang berhubungan
dengan seluruh mata uang asing atau jasa bank ke luar negeri.
- BPR
Bank pengkreditan rakyat merupakan bank yang khusus
melayani masyarakat kecil dikecamatan dan pedesaan. BPR ini berasal dari bank
desa, bank pasar, lumbung desa, bank pegawai, dan bank lainnya yang kemudian
dilebur menjadi BPR. Jenis produk yang ditawarkan oleh BPR relatif sempit jika
dibandingkan dengan bank umum, bahkan ada beberapa jenis jasa bank yang tidak
boleh diselenggarakan oleh BPR, seperti giro dan ikut kliring.
2. Lembaga
Keuangan Bukan Bank
- Pasar Modal
Pasar Modal pasar tempat pertemuan dan melakukan
transaksi antara pencari dana (emiten) dengan para penanam modal (Investor).
Dalam pasar modal yang diperjualbelikan adalah efek-efek seperti saham dan
obligasi (modal jangka panjang)
- Pasar Uang dan Valas
Pasar uang (money Market) sama halnya dengan pasar
modal, yaitu pasar tempat memperoleh dana dan investasi dana. Hanya bedanya
modal yang ditawarkan dipasar uang adalah berjangka waktu pendek. Dipasar ini
transaksi lebih banyak dilakukan dengan mengunakakn media elektronika, sehingan
nasabah tidak perlu datang secara langsung.
- Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi simpan pinjam membuka usaha bagi para
anggotanya untuk menyimpan uang yang sementara belum digunakan. Oleh petugas
koperasi uang tersebut dipinjamkan kembali kepada para anggota yang
membutuhkanya.
- Pengadaian
Perusahaan penggadaian merupakan lembaga keuangan
yang menyediakan pasilitas pinjaman dengan fasilitas jaminan tertentu. Nilai
jaminan menentukan besarnya nilai pinjaman. Sementara ini usaha
pengadaian ini secara resmi masih dilakukan oleh pemerintah.
- Leasing
Perusahaan sewa guna (leasing) bidang usahanya lebih
ditekankan kepada pembiayaan barang-barang modal yang diinginkan oleh
nasabah. Sebagai contoh: jika seseorang ingin memperoleh barang
barang-barang modal secara kredit maka kebutuhan ini pembayaranya dapat
ditutupi oleh perusahaan lasing. Pembayaran oleh nasabah diangsur sesuai dengan
kesepakatan yang telah dibuat.
- Asuransi
Perusahaan asuransi merupakan
perusahaan yang bergerak dalam bidang pertanggungan. Setiap nasabah
diberikan polis asuransi yang harus dibayar sesuai dengan perjanjian dan
perusahaan asuransi akan menanggung kerugian dengan menggantikanya apabila
nasabahnya terkena musibahatau terkena resiko seperti yang telah
diperjanjikanya.
- Anjak Piutang
Anjak piutang (factoring) dimana usahanya adalah
mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara membeli kredit
bermasalah perusahaan lain. Atau dapat pulah mengelola penjualan kredit
perusahaan yang memerlukanya.
- Modal Ventura
Perusahaan modal ventura merupakan pembiayaan oleh
perusahaan-perusahaan yang usahanya mengandung resiko tinggi. Perusahaan yang
memberikan pembiayaan berupa kredit tanpa ada jaminan.
- Dana Pensiun
Dana Pensiun merupakan perusahaan yang kegiatanya
mengelola dana pensiun suatu perusahaan pemberi kerja arau perusahaan itu
sendiri.
III. Kerjasama, Penggabungan
dan Ekspansi
a. Pengertian Penggabungan
Penggabungan adalah usaha untuk menggabungkan suatu
perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan
ekonomi, sebagai upaya untuk memperluas usaha.
b. Bentuk-bentuk
Penggabungan
1. Penggabungan Vertikal-Integral: Suatu
bentuk penggabungan antara antara perusahaan yang dalam kegiatannya memiliki
tahapan produksi berbeda, misalnya: perusahaan penghasil bahan baku bergabung
dengan produsen pengolah bahan baku, disebut integerasi ke hulu/penggabungan
vertikal dan kebalikannya disebut integerasi ke hilir/penggabungan integral.
2. Penggabungan Horisontal-Paralelis:
Bentuk penggabungan antara dua atau lebih perusahaan yang bekerja pada
jalur/tingkata yang sama, misalnya dalam pengolahan bahan baku, dengan tujuan
menekan persaingan.
3. Sindikat: Bentuk perjanjian dengan kerjasama
antara beberapa orang untuk melaksanakan suatu proyek.
4. Concern: Suatu bentuk penggabungan yang
dilakukan baik secara horisontal maupun vertikal dari sekumpulan perusahaan
Holding.
5. Joint Venture: Perusahaan baru yang
didirikan atas dasar kerjasama antara beberapa perusahaan yang berdiri sendiri.
c. Pengkhususan Perusahaan
Pengkhususan perusahaan adalah kegiatan perusahaan
yang mengkhususkan diri pada fase atau aktivitas tertentu saja, sedangkan
aktivitas lainnya diserahkan kepada perusahaan luar. Pengkhususan perusahaan
dapat dibedakan menjadi:
1. Spesialisasi
yaitu perusahaan yang mengkhususkan diri pada
kegiatan menghasilkan satu jenis produk saja, misalnya khusus menghasilkan
pakaian olah raga saja, atau bergerak di bidang jasa transportasi darat saja.
2. Diferensiasi
yaitu pengkhususan pada fase produksi tertentu,
misalnya perusahaan penanaman, perusahaan penggilangan padi dan perusahaan
penjual beras.
d. Pengkonsentrasian Perusahaan
Trust merupakan suatu bentuk penggabungan / kerjasama perusahaan secara
horisontal untuk membatasi persaingan, maupun rasionalisasi dalam bidang
produksi dan penjualan. Perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan trust menyerahkan
saham-sahamnya kepada Trustee (orang kepercayaan) untuk menerbitkan
sertifikat sahamnya.
Holding Company / Perusahaan Induk yaitu
perusahaan yang berbentuk Corporation yang menguasai sebagian besar
saham dari beberapa perusahaan lain. Dalam hal ini status perusahaan lain akan
menjadi perusahaan anak dan kebijakan perusahaan anak akan ditentukan
oleh Holding (Induk).Holding Company bisa terbentuk karena
terjadinya penggabungan secara vertikal maupun horisontal.
3. Kartel
Kartel adalah bentuk kerjasama perusahaan-perusahaan
dengan produksi barang dan jasa sejenis yang didasarkan perjanjian bersama
untuk mengurangi persaingan.
4. Sindikasi
Adalah bentuk perjanjian kerjasama antara beberapa orang untuk melaksanakan suatu proyek. Sindikasi juga dapat melakukan perjanjian sindikasi untuk memusatkan penjualan pada satu lokasi tertentu, disebut sindikasi penjualan. Ada juga sindikasi perbankan (beberapa bank bersindikasi untuk membiayai suatu proyek yang besar).
Adalah bentuk perjanjian kerjasama antara beberapa orang untuk melaksanakan suatu proyek. Sindikasi juga dapat melakukan perjanjian sindikasi untuk memusatkan penjualan pada satu lokasi tertentu, disebut sindikasi penjualan. Ada juga sindikasi perbankan (beberapa bank bersindikasi untuk membiayai suatu proyek yang besar).
5. Concern
Concern adalah suatu bentuk penggabungan yang dilakukan baik secara horisontal maupun vertikal dari sekumpulan perusahaan Holding. Concern dapat muncul sebagai akibat dari satu perusahaan yang melakukan perluasan usaha secara horisontal ataupun vertikal melalui pendirian perusahaan baru. Dengan concern, penarikan dana untuk anak perusahaan dapat dilakukan melalui induk perusahaan yang kedudukannya di pasar modal lebih kuat dibandingkan bila anak perusahaan beroperasi sendiri-sendiri di pasar modal.
Concern adalah suatu bentuk penggabungan yang dilakukan baik secara horisontal maupun vertikal dari sekumpulan perusahaan Holding. Concern dapat muncul sebagai akibat dari satu perusahaan yang melakukan perluasan usaha secara horisontal ataupun vertikal melalui pendirian perusahaan baru. Dengan concern, penarikan dana untuk anak perusahaan dapat dilakukan melalui induk perusahaan yang kedudukannya di pasar modal lebih kuat dibandingkan bila anak perusahaan beroperasi sendiri-sendiri di pasar modal.
6. Joint Venture
Merupakan perusahaan baru yang didirikan atas
dasar kerjasama antara beberapa perusahaan yang berdiri sendiri. Tujuan
utama pembentukan perusahaan joint venture ini adalah untuk memenuhi
kebutuhan komunikasi selular bagi segmen yang sering bepergian untuk menikmati
layanan yangfriendly (ramah) dan biaya yang efisien, dimana pelanggan akan
merasakan layanan di luar negeri seperti layanan selular di negara sendiri.
Aktivitas pokok Bridge adalah mengembangkan suatu proses koordinasi
regional dimana seluruh pelanggan dapat menikmati layanan selular regional yang
ditawarkan oleh salah satu operator yang masuk dalam grup Bridge.
Yaitu persekutuan beberapa perusahaan dari suatu
cabang perusahaan yang sama dengan tujuan memajukan para anggotanya dan bukan
mencari laba. Contoh: APKI (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia, ASIRI (Asosiasi
Industri Rekaman Indonesia)
8. Gentlement’s Agreement
Persetujuan beberapa produsen dalam daerah penjualan
dengan maksud mengurangi persaingan diantara mereka.
e. Cara-Cara Penggabungan atau Penyatuan Usaha
1. Consolidation/Konsolidasi
Adalah penggabungan beberapa perusahaan yang semula berdiri sendiri-sendiri menjadi satu perusahaan baru dan perusahaan lama ditutup.
Adalah penggabungan beberapa perusahaan yang semula berdiri sendiri-sendiri menjadi satu perusahaan baru dan perusahaan lama ditutup.
2. Merger
Dengan melakukan merger, suatu perusahaan mengambil
alih satu atau beberapa PT lainnya. PT yang diambil alih tersebut dibubarkan
dan modalnya menjadi modal PT yang mengambil alih. Para pemegang saham PT yang
dibubarkan menjadi pemegang saham PT yang mengambil alih.
3. Aliansi Strategi
Adalah kerja sama antara dua atau lebih perusahaan
dalam rangka menyatukan keunggulan yang mereka miliki untuk menghadapi
tantangan pasar dengan catatan kedua perusahaan tetap berdiri sendiri-sendiri.
Contoh: PT. A yang bergerak dalam bidang properti
melakukan aliansi strategi dengan PT. B yang mempunyai keunggulan dalam
peralatan untuk membangun konstruksi.Telkomsel melakukan aliansi strategis
dengan enam operator selular di Asia Pasifik telah menandatangi kesepakatan
pembentukan perusahaan joint venture yang dinamakan Bridge Mobile
Alliance (Bridge).
4. Akuisisi
Adalah pengambilalihan sebagian saham perusahaan oleh
perusahaan lain dan perusahaan yang mengambil alih menjadi holding sedangkan
perusahaan yang diambil alih menjadi anak perusahaan dan tetap beroperasi
seperti sendiri tanpa penggantian nama dan kegiatan. Akuisisi sering digunakan
untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap
oleh pasar. Contoh: Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan
lain-lain
BAB 4. Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil
I. Kewiraswastaan, Wiraswasta dan Wiraswastawan
a. Kewiraswastaan
(Enterpreneurship) adalah kemampuan dan kemauan seseorang
untuk beresiko dengan menginvestasikan dan mempertaruhkan waktu, uang, dan
usaha untuk memulai suatu perusahaan dan menjadikannya berhasil. Melalui
upaya yang dijalankannya, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan
kompensasi dalam bentuk keuntungan di samping juga kepuasan. Bidang usaha atau
perusahaan yang dibangun oleh seseorang dengan kepribadian
tertentu (wiraswastawan/entrepreneur) sebagai alternative penyediaan
lapangan kerja, minimal bagi si pemilik modal itu, kita sebut wiraswasta.
b. Wiraswasta
Pengertian wiraswastawan menunujuk kepada
pribadi tertentu yang secara kualitatif lebih dari kebanyakan manusia pada
umumnya, yaitu pribadi yang memiliki kemampuan untuk :
-
Berdiri diatas kekuatan sendiri
-
Mengambil keputusan untuk diri sendiri
-
Menetapkan tujuan atas dasar pertimbangannya
sendiri
-
Mengambil resiko
-
Tegas
-
Memperhatikan lingkungan sosial untuk mencapai
taraf hidup yang lebih baik bagi semua orang
c.
Peranan wiraswastawan
-
Memimpin usaha secara teknis maupun ekonomis
dengan berbagai aspek fungsional
-
Mencari keuntungan bisnis
-
Membawa perusahaan ke arah kemampuan
-
Memperkenalkan hasil produksi baru
-
Memperkenalkan cara produksi yang lebih maju
-
Membuka pasar
-
Merebut sumber bahan mentah maupun bahan setengah
jad
-
Melaksanakan bentuk organisasi perusahaan yang
baru
II. Perusahaan Kecil dalam Lingkungan Perusahaan
Perusahaan kecil memegang peranan penting dalam
komunitas perusahaan swasta. Pengalaman di beberapa Negara maju (Amerika,
Inggris, Jepang, dan sebagainya) menunjukka bahwa komunitas perusahaan kecil
memberikan kontribusi yang perlu diperhitungkan di bidang produksi, pajak,
penyedia lapangan kerja, dan lain sebagainnya. Seringkali dari perusahaan kecil
muncul gagasan-gagasan baru yang merupakan terobosan penting dala kondisi
perekonomian yang tidak menguntungkan. Perusahaan yang sekarang ini telah
besar, seperti General Elektrik, IBM, PT ASTRA International, dan lain-lain,
yang pada mulanya adalah perusahaan kecil. Dengan kiat-kiat tertentu dari
pelaku bisnis, perusahaan kecil dapat berkembang dengan pesat menjadi
perusahaan raksasa.
III. Perkembangan franchising di Indonesia
Waralaba (franchise) sebenarnya merupakan suatu
sistem bisnis yang telah lama dikenal oleh dunia, dimana untuk pertama kalinya
diperkenalkan oleh perusahaan mesin jahit Singer di Amerika Serikat, pada tahun
1851, yang kemudian diikuti oleh General Motors Industry pada tahun 1898.
Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami
berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi
waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut
sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian
pesat terutama di negeri asalnya, Amerika Serikat menyebabkan waralaba digemari
sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari
keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Kerajaan Inggris (UK)
berkembangnya waralaba dirintis oleh J Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden
Egg, pada dekade 60-an.
Format bisnis waralaba memang tak dapat dipungkiri
eksistensinya dan digemari oleh pengusaha-pengusaha mengingat kecilnya risiko
kegagalan yang mungkin timbul dalam menjalankan usaha khususnya bagi
pengusaha-pengusaha pemula. Bahkan dibanyak negara, kegagalan usaha yang
mempergunakan format bisnis waralaba prosentasenya tidak lebih dari satu digit.
Di Indonesia, waralaba sebagai format bisnis mulai
dikenal pada awal dekade 80-an, seiring masuknya waralaba asing disektor usaha
rumah makan siap saji (fast food chain restaurant) antara lain, KFC, Pioneer
Take Out, Texas Church, dan lain-lainnya. Jaringan bisnis ini berkembang sangat
pesat dalam waktu yang singkat, bahkan menurut data di Deperindag RI hingga
tahun l997 (sebelum terjadinya Krisis Moneter) telah terdaftar lebih dari 250
perusahaan sebagai penerima waralaba (franchisee) dari suatu waralaba asing,
dan tersebar di beberapa bidang usaha, antara lain;
1) Rumah
makan/restoran
2) Jasa pemasaran
3) Hotel
4) Toko buku dan
toko cindera mata
5) Minimarket
6) Persewaan
kendaraan
7) Pusat kebugaran
dan perawatan tubuh
8) Penata rambut,
salon kecantikan, dll.
Di sisi lain, perusahaan lokal yang telah
mengembangkan usahanya dengan mempergunakan format bisnis waralaba jumlahnya
tidaklah sebanyak waralaba asing banyak atau hanya sekitar 10 persen dari
jumlah waralaba asing yang ada di Indonesia. Perusahaan lokal tersebut antara
lain; Es Teller 77, CFC, ILP, LIA, Lutuye Salon, Rudy Hadisuwarno, Indomaret
dan lain-lainnya.
Sebagaimana diuraikankan dimuka, Waralaba sebagai
format bisnis mulai di kenal di Indonesia pada awal tahun 1980, dibidang
Restoran Siap Saji ( Fast Food Restaurant ), seperti KFC, Pioneer Take out.
Sedangkan Franchise (waralaba) generasi pertama yang cenderung disebut lisensi
memang telah lebih dahulu dikenal, antara lain seperti; Coca-cola,
obat-obatan,dsb.
Perkembangan Waralaba di Indonesia, khususnya di
bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para
pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba ( franchisee )
diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya
dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan
mempergunakan sistem piramid atau sistem sel suatu jaringan format bisnis
waralaba berekspansi.
Bahkan dari data Deperindag RI, hingga tahun 1997
telah tedaftar sekitar 250 perusahaan penerima Waralaba dimana hampir 70
persennya bergerak di bidang restoran siap saji.
Pesatnya perkembangan Waralaba daerah perkotaan di
Indonesia, karena didukung oleh jumlah populasi yang tinggi dan daya beli yang
baik, disamping pola makan masyarakat bisnis (middle-up) yang cenderung makan
diluar rumah.
IV. Ciri-ciri perusahaan kecil
Secara umum perusahaan kecil mengacu pada ciri-ciri
berikut :
a. Manajemen berdiri sendiri.
Biasanya para manajer perusahaan adalah pemiliknya
juga, dengan predikat yang disandang mereka memiliki kebebasan untuk bertindak
dan mengambil keputusan.
b. Investasi modal terbatas.
Pada umumnya modal perusahaan kecil disediakan oleh
seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik, karena jumlah modal yang
diperlukan relative kecil.
c. Daerah operasinya lokal.
Dalam hal ini majikan dan karyawan tinggal dalam
suatu lingkungan yang berdekatan dengan letak perusahaan.
d. Ukuran secara keseluruhan relative kecil (
penyelenggara di bidang operasinya tidak dominant)
V. Perbedaan Kewirausahaan dan Bisnis
kecil
Banyak guru , dosen ataupun pengusaha , berpendapat
bahwa kewirausahaan dan bisnis kecil itu berbeda , padahal sama sekali tidak
ada perbedaan nya, kenapa?? Karena antara kewirausahaan dan bisnis
kecil :
1. Mereka sama-sama berbisnis
2. Pengukuran potensi bisnis sama
3. Kapasitas dan varietas bisa dikatakan hampir
sama karena membuat lapangan kerja
4. Unsur permodalan hanya dilihat dari sudut
pandang yang berbeda ketika memulai dan dimulai
5. Jiwa enterpreneur yang dimiliki sama
6. Ujung pangkalnya adalah pengembangan potensi
enterpreneur sejatinya, apakah langgeng atau tidak.
BAB 5. Manajemen dan Organisasi
I. Manajemen
A. Pengertian dan Peranan Manajemen
Pengertian manajemen menurut Daft (2003;4) yaitu :
“Management is the attainment of organizational goals in an effective and
efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational
recources.” Arti dari pengertian manajemen diatas adalah, manajemen merupakan
pencapaian tujuan dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan
pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumber daya. Secara universal
manajemen diartikan sebagai penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai
sasaran dan kinerja yang tinggi dalam berbagai kegiatan organisasi profit
maupun non profit.
Selain kategori besar manajemen, manajer pada
berbagai tingkat hirarki memiliki peran manajerial yang berbeda. Seorang
peneliti. Henry Mintzberg, mengkategorikan peran seorang manajer dan dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis utama, yaitu :
-
Peran Decisional, membutuhkan manajer
yang merencanakan strategi dan memanfaatkan sumber daya.
-
Peran Interpersonal, memerlukan
manajemen untuk mengarahkaan dan mengawasi karyawan dan organisasi.
-
Peran Informasi adalah, mereka dimana para
manajer memberikan dan mengirimkan informasi.
B. Latar Belakang Sejarah Manajemen
Bukti adanya praktik-praktik manajemen adalah
pembangunan piramida di Mesir, pembangunan tembok besar di Cina. Lalu contoh
manajemen lainnya adalah pada era 1400-an, di Venesia, Italia, adanya
pusat perdagangan di Benua Eropa. Ada dua peristiwa bersejarah yang dapat
dijadikan sebagai latar belakang dan sejarah manajemen, yaitu pada tahun 1776,
dimana Adam Smith menerbitkan bukunya yang berjudul The Wealth of Nations,
dimana dalam bukunya ia menggagas manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dan
organisasi dari penerapan pembagian kerja (division of labor). Peristiwa yang
kedua yaitu, revolusi industri di Prancis yang terjadi sekitar abad 18, dimana
peran tenaga mesin telah menggantikan tenaga manusia.
C. Fungsi dan Proses manajemen
Aspek yang dikelola oleh manajemen mencakup produksi,
pemasaran, SDM dan keuangan , dan sumber daya lainnya. Fungsi-fungsi dasar
manajemen dapat diringkas menjadi empat fungsi dasar manajemen, yaitu :
-
Perencanaan
Fungsi perencanaan mencakup, penetapan sasaran,
penetapan strategi, menyusun rencana untuk memadukan dan mengkoordinasikan
sejumlah kegiatan untuk mencapai sasaran.
-
Pengorganisasian
Fungsi ini mencakup, apa yang harus dilakukan,
bagaimana cara melakukannya, siapa yang harus melakukannya, dan siapa kepada
siapa harus melapor.
-
Memimpin
Tugas seorang manajer adalah bekerja melalui orang
lain. Fungsinya adalah mengarahkan dan memotivasi, memengaruhi individu atau
tim untuk bekerja sama, dan mencari komunikasi yang efektif untuk menyelesaikan
konflik.
-
Mengendalikan
Fungsi ini menjamin sesuatu berjalan sesuai dengan
semestinya, dengan cara memantau dan menilai kinerja dengan membandingkan
kinerja aktual dengan sasaran yang telah ditetapkan.
Fungsi-fungsi manajemen diatas bertujuan untuk
mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam organisasi. Proses manajemen
adalah serangkaian kegiatan dan keputusan seorang manajer sewaktu merancang,
mengatur, mengorganisasi, memimpin, atau melaksanakan kegiatan usaha dan
mengendalikan usahanya.
D. Ciri-Ciri Manajer Profesional
Definisi sederhana tentang profesional dapat
diberlakukan pada profesi manajer. Pertama, seorang manajer profesional adalah
seorang yang hidup dari profesinya sebagai manajer, bukan manajer amatiran atau
bekerja sambilan. Kedua, seorang manajer profesional tentunya diharapkan
betul-betul melaksanakan tugasnya layaknya seorang profesional dalam bidang
lainnya dan mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang tinggi untuk mencapai
keberhasilannya.
E. Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Ketrampilan atau kemampuan yang harus dimiliki
seseorang untuk menjadi seorang manajer profesional ada 3, yaitu :
-
Kemampuan teknis
-
Kemampuan Interaksi Antar Manusia.
-
Kemampuan dalam Penetapan Visi, Misi, dan
Strategis.
II. Organisasi
A. Definisi Organisasi
Organisasi merupakan sekelompok individu yang
terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. Definisi lain
menyebutkan, organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi
dengan wewenang tertentu.
B. Pentingnya Mengenal Organisasi
-
Terciptanya hubungan yang baik antar anggota.
- Setiap anggota telah mengetahui tugas dan tanggung
jawabnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
-
Spesialisasi dalam melaksanakan tugas.
C. Bentuk-Bentuk Organisasi
-
Organisasi Garis (oleh : Henry Fayol)
Organisasi yang paling sederhana dan sudah sangat
tua. Digunakan di kalangan militer dengan karyawan yang masih sedikit dan
saling kenal. Spesialisasi pekerjaannya pun belum terlalu tinggi.
-
Organisasi Fungsional (oleh : F.W. Taylor)
Pimpinan-pimpinan yang ada, tidak memiliki bawahan
yang jelas, karena setiap pimpinan mempunyai wewenang untuk memberikan komando
selama masih ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
-
Organisasi Staf dan Garis (oleh : Harrington
Emerson)
Biasanya dipakai pada organisasi yang besar dengan
daerah kerja yang luas dan bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit.
Memiliki tenaga staf atau tenaga ahli lebih dari satu untuk memberikan nasihat
atau saran.
-
Organisasi Staf dan Fungsional
Organisasi staf dan fungsional merupakan organisasi
gabungan antara staf dan fungsional. Memiliki kelebihan dan kelemahan seperti
organisasi staf dan organisasi fungsional.
D. Prinsip-Prinsip Organisasi
Prinsip dari organisasi menawarkan petunjuk untuk
menciptakan efisiensi dan efektivitas struktur organisasi. Dengan kata lain,
prinsip-prinsip ini adalah kriteria dari proses organisasi yang efisien. Pakar
manajemen menyebutkan, statement khusus terkait dengan prinsip organisasi dalam
manajemen. Beberapa prinsip organisasi itu antara lain :
-
Kesatuan Tujuan.
-
Divisi Kerja dan Spesialisasi.
-
Delegasi Kewenangan/
-
Koordinasi.
-
Kesatuan Komando.
-
Fleksibilitas.
-
Sederhana.
-
Rentang Kendali.
-
Chain of Command.
-
Prinsip Pengecualian.
-
Wewenang dan Tanggung Jawab.
-
Efisiensi.
-
Keseimbangan yang Wajar.
-
Pemisahan fungsi lini dan staf.
E. Ketrampilan Manajemen yang Dibutuhkan
Ketrampilan yang harus dimiliki pada setiap manajer
berbeda-beda. Pada tingkatan manajer paling atas (Top Manager) membutuhkan
kemampuan konseptual daripada yang lainnya. Manajemen paling bawah lebih
memerlukan ketrampilan teknikal, seperti akuntansi, komputer, dan
lain-lain. Ketrampilan ketiga, yaitu ketrampilan berkomunikasi dimana
ketrampilan ini dibutuhkan dalam semua tingkatan manajemen.
F. Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi
Sebab keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi
sangat berhubungan dengan para anggotanya. Sebab keberhasilan organisasi karena
adanya kerja sama yang baik antara anggota dalam suatu organisasi, sehingga
tercipta keberhasilan di dalam organisasi tersebut. Sebab kegagalan organisasi
adalah adanya faktor intern dalam organisasi tersebut.
BAB 6. Pemasaran
I. Pengertian Pasar dan Pemasaran
Pengertian pasar tempat bertemunya penjual
dan pembeli untuk melakukan jual beli barang dan jasa.Tetapi ada kemajuan dalam
bidang pengetahuaan dan teknologi maka dapat dilakukan tidak hanya
dipasar melainkan dapat terjadi dijalan,dikantor,dirumah,dan lain
Lain.
Pengertian Pemasaran adalah proses
penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam
kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
II. Jenis-Jenis Pasar
a. Dilihat dari segi fisik pasar dapat digolonkan
yaitu:
- Pasar nyata yaitu merupakan pasar yang pembeli
dan penjualnya bertemu secara pada suatu tempat tertentu.
- Pasar abstrak yaitu pasar yang tidak harus
bertemu di suatu tenpat seperti pasar nyata. Tetapi dapat bertemu ditempat yang
sudah di sepakati
b. Dilihat dari segi barang yang di jual belikan
- Pasar barang konsumen yaitu barang yang dapat
lang sung di gunakan memenuhi kebutuhan manusia.
- Pasar faktor produksi yaitu pasar yang
memperjual belikan barang yang mempermudah untuk kelancaran produksi contohnya
pasar tenaga kerja.
c. Dilihat dari segi luas kegiatan distribusi
-
Pasar local yaitu pasar yang pemasaranya
terbatas hanya di daerah tersebut,maka penjual dan pembeli terbatas pada orang
orang tersebut.contohnya pasar geplak di daerah bantul.
-
Pasar nasional yaitu passer yang pemasarannya
meliputi sluruh dearah dalam suatu Negara.
-
Pasar internasional yaitu pasar yang jangkauanya
melebihi satu negara
d. Dilihat dari segi waktu kejadian
-
Pasar harian yaitu pasar yang terjadi tiap hari
-
Pasar mingguan yaitu pasar yang terjadi kurang
lebih seminggu satu kali
-
Pasar bulanan yaitu pasar yang terjadi kurang
lebih sebulan satu kali
-
Pasar tahunan yaitu pasar yang terjadi kurang
lebih setahun sekali
III. Konsep-konsep dari Pemasaran
Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan,
keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan pertukaran,
transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara
kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan
dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang
kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih
mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang
didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
IV. Manajemen Pemasaran
a. Keadaan permintaan dan tugas pasar
ada delapan keadaan permintaan yaitu:
-
Permintaan negative
-
Tidak ada permintaan
-
Permintaan terpendam
-
Permintaan menurun
-
Permintaan yang tidak beratuaran
-
Permintaan penuh
-
Permintaan yang berlebihan
-
Permintaan yang tidak sehat
b. Falsafah Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran merupakan sebuah proses
yang merencanakan dan melaksanakan konsep,penetapan harga, promosi, dan
distribusi gagasan, barang dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi
sasaran-sasaran yang sudah ditetapkan baik menurut perorangan dan organisasi.
V. Bauran Pemasaran
Sumarmi dan Soeprihanto (2010:274) menjelaskan,
“Marketing mix adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran yaitu produk, harga, promosi, dan
distribusi. Dengan kata lain marketing mix adalah kumpulan dari
variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk dapat mempengaruhi tanggapan
konsumen”. Dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, perusahaan mengkombinasikan
empat variabel yang sangat mendukung didalam menetukan strategi pemasaran,
kombinasi keempat variabel itu dikenal dengan istilah bauran pemasaran
(marketing mix) yang terdiri dari produk (product), harga (price), distribusi
(place) dan promosi (promotion).
a. Product (Produk)
Menurut Sumarni dan Soeprihanto (2010:274), “Produk
adalah setiap apa saja yang bisa ditawarkan di pasar untuk mendapatkan
perhatian, permintaan, pemakaian atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan
atau kebutuhan”. Produk tidak hanya selalu berupa barang tetapi bisa juga
berupa jasa ataupun gabungan dari keduanya (barang dan jasa)
b. Price (Harga)
Menurut Sumarni dan Soeprihanto (2010:281) harga
adalah, “Jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan
untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya”. Setelah
produk yang diproduksi siap untuk dipasarkan, maka perusahaan akan menentukan
harga dari produk tersebut.
c. Place (Tempat)
Tempat dalam marketing mix biasa disebut
dengan saluran distribusi, saluran dimana produk tersebut sampai kepada
konsumen. Definisi dari Sumarni dan Soeprihanto (2010:288) tentang saluran
distribusi adalah, “Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan
produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industri pemakai”
d. Promotion (Promosi)
Menurut Tjiptono (2008:219), pada
hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang
dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha
menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar
sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan
loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Berdasarkan teori-teori di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah suatu kelompok komponen pemasaran
yang terdiri
dari 4P: product, price, place dan promotion yang
saling terkait satu sama lain, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan
kepuasan konsumen serta mencapai tujuan perusahaan.
VI. Tujuan Sistem Pemasaran
Ada 3 alternatif dari system pemasaran yaitu:
-
Memaksimumkan Konsumsi
Pekerjaan pemasaran adalah memudahkan dan
merangsang konsumsi maksimum, akhirnya menciptakan produksi, kesempatan kerja
dan kemakmuran maksimum.
-
Memaksimumkan Kepuasan Konsumen
Tujuan system pemasaran lain adalah
memaksimumkan kepuasan konsumen, bukan konsumsi. Tetapi mengukur kepuasan
konsumen tidak mudah. Belum ada tolak ukur kepuasan dari produk pada invidu,
kepuasan dari produk atau jasa yang baik diimbangi oleh kejelekkan dari
pencemaran lingkungan, kepuasan yang diterima seseorang tergantung dari
sedikitnya orang lain memiliki barang tersebut.
-
Memaksimumkan Mutu Hidup
Termasuk didalmnya kualitas, kuantitas,
ketersediaan dan harga pokok barang, mutu lingkungan fisik dan mutu lingkungan
kultur.
VII. Pendekatan dalam Mempelajari Pemasaran
-
Pendekatan Serba Fungsi
Dari apa saja kegiatan pokok pemasaran,
yaitu : pembelian, pengangkutan, penjualan, penyimpanan, pembelanjaan,
penanggungan resiko, standarnisasi dan grading, pengumpulan informasi pasar.
- Pendekatan Serba Lembaga Dilihat dari lembaga
atau organisasi yang terlibat dalam pemasaran, misal : produsen, suplier,
perantara dagang dsb
- Pendekatan Serba barang (Pendekatan Organisasi
Industri) Studi tentang bagaimana barang berpindah dari produsen ke konsumen
akhir atau konsumen industri
-
Pendekatan Serba Manajemen
Dilihat dari pendapat manajer serta
keputusan yang diambil
- Pendekatan Serba Sistem Menyangkut elemen-elemen
yang luas dalam sistem pemasaran termasuk pendekatan serba fungsi, manajemen,
produk, dan lembaga.
I. Perkembangan Manajemen Produksi
Manajemen produksi berkembang pesat karena adanya
faktor :
-
Adanya pembagian kerja (division of labour) dan
spesialisasi Pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas
produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengolahan yang baik dan akan
mengurangi biaya produksi sehingga dapat tercapainya tingkat produksi yang
lebih tinggi dengan biaya yang tidak tinggi juga.
-
Revolusi Industri merupakan suatu peristiwa
penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin. Dampaknya pengusaha besar dapat
meningkatkan perdagangannya, sedangkan pengusaha kecil dengan peralatan kerja
yang masih kuno dan sederhana menjadi terdesak karena tidak bisa mengikuti
perkembangan. Industialisasi ini meningkatkan pengolahan hasil produksi,
sehingga membutuhkan kegiatan pemasaran yang pesat dan baik.
-
Perkembangan alat dan tekhnologi yang mencakup
penggunaan komputer, sehingga pada banyak hal manajer produksi mengintegrasikan
teknologi canggih kedalam bisnis atau usahanya.
-
Perkembangan ilmu dan metode kerja yang mencakup
metode ilmiah, hubungan antar manusia, dan model keputusan. guna meningkatkan
kualitas barang.
II. Pengertian Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan kegiatan untuk mengatur
dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya seperti sumber daya alam, sumber
daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan secara efektif
dan efisien, untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa.
III. Pengertian Produksi
Produksi adalah penciptaan atau penambahan nilai
suatu barang, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga
lebih bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan manusia.
IV. Proses Produksi
a. Kelangsungan hidup
-
Produksi terus-menerus
Dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk
barang-barang. Dalam proses produksi ini walaupun terjadi perubahan model,
susunan dan funsi alat-alat mesin yang dipakai tidaklah berubah.
-
Produksi yang terputus-putus
Proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan
sehingga harus mengatur kembali alat-alat, mengubah alat-alat, dan penyesuaian
terus-menerus yang dilakukan sesuai dengan tuntutan produk yang dihasilkan.
b. Teknik
-
Proses Ekkstraktif : Suatu proses pengambilan
secara langsung dari alam. contohnya : kayu, ikan dan pertambangan.
- Proses analitis : Suatu proses pemisahan
bahan-bahan. contohnya : minyak mentah diubah menjadi minyak bersih.
-
Proses Pengubahan : Proses perubahan bentuk seperti
perabotan rumah tangga.
-
Proses Sintetis : Proses mencampur dengan
bahan-bahan lain seperti bahan kimia.
V. Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil,
dibedakan menjadi :
-
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
-
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang
mengandung resiko
-
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak
pasti
-
Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul
karena
-
Pertentangan dengan keadaan lain.
VI. Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Perencanaan sistem produksi
|
Sistem pengendalian produksi
|
Sistem informasi produksi
|
● Perencanaan produksi
|
● Pengendalian proses produksi
|
● Struktur organisasi
|
●Perencanaan lokasi produksi
|
● Pengendalian bahanbaku
|
● Produksi atas dasar pesanan
|
● Perencanaan letak fasilitas produksi
|
● Pengendalian tenaga kerja
|
● Produksi untuk persediaan
|
● Perencanaan lingkungan kerja
|
● Pengendalian biaya produksi
|
|
● Perencanaan standar produksi
|
● Pengendalian kualitas pemeliharaan
|
VII. Fungsi dan Sistem Produksi dan Operasi
Ada empat fungsi penting dalam produksi dan operasi,
yaitu :
- Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik
yang digunakan untuk pengolahan masukan.
-
Jasa penunjang, merupakan sarana berupa
pengorganisasian yang diperlukan untuk penetapan teknik atau metode yang akan
dijalankan sehingga dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif.
- Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan
pengorganisasian dari kegiatan operasi dan produksi yang akan dilakukan dalam
suatu dasar waktu atau periode tertentu.
- Pengendalian, merupakan fungsi untuk menjamin
terlaksananya kegiatan yang sesuai dengan rencana, sehingga maksud dan tujuan
penggunaan dan pengolahan masukan dapat dilaksanakan.
Sistem Produksi dan Operasi
Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan
unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, serta menyeluruh dalam
penggabungan masukan dan pengeluaran.
VIII. Lokasi dan Layout Pabrik
Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang
harus dilakukan sebelum perusahaan mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang
tepat akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam melayani konsumen, mendapatkan
bahan-bahan mentah yang cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan mudah, serta
memungkinkan diadakannya perluasan usaha. Kesalahan dalam pemilihan
lokasi akan mengakibatkan biaya transportasi yang tinggi, kekurangan tenaga
kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing, tidak tersedianya bahan baku yang
cukup.
Perencanaan layout merupakan salah satu
tahap dalam perencanaan suatu fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan
suatu sistem produksi yang efektif dan efisien. Tujuan
penyusunan layout pada dasarnya untuk mencapai pemanfaatan peralatan
pabrik yang optimal, penggunaan jumlah tenaga kerja yang minimum, kebutuhan
persediaan yang rendah dan biaya produksi dan investasi modal yang rendah,
sedangkan jenis layout terdiri dari process layout, product
layout, dan fixed position layout, atau kombinasi dari ketiga
jenis layout tersebut. Adapun perangkat lunak yang diperlukan
bagi penyusunan layout adalah: CRAFT, COFAD, PLANET, CORELAP dan ALDEF.
BAB 8. Konsep Nilai Waktu dari uang
I. Nilai yang akan datang
Nilai yang akan datang atau future
value adalah nilai uang di massa yang akan datang dengan tingkat bunga
tertentu. Future value atau nilai yang akan datang dapat dihitung dengan rumus
sebagai berikut :
FV = PV ( 1 + r ) ^ n
Keterangan:
FV = (
Future value ( nilai pada akhir tahun ke n )
PV = (
Nilai sekarang ( nilai pada tahun ke 0 )
r =
Suku bunga
n =
Waktu ( tahun )
^ =
tanda pangkat
Rumus diatas mengasumsikan bahwa bunga di gandakan
hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari , maka rumusnya
menjadi:
FV = PV ( 1 + r /360 ) ^ 360n
Untuk menggambarkan penggunaan rumus diatas, maka
diberi contoh berikut ini:
Pada tanggal 2 januari 2000, Agung menabung uangnya ke bank mandiri sebesar Rp 2.000.000 dengan tingkat bunga sebesar 12 % pertahun. Hitung nilai tabungan agung pada tanggal 2 Januari 2002 dengan asumsi:
Pada tanggal 2 januari 2000, Agung menabung uangnya ke bank mandiri sebesar Rp 2.000.000 dengan tingkat bunga sebesar 12 % pertahun. Hitung nilai tabungan agung pada tanggal 2 Januari 2002 dengan asumsi:
Bunga dimajemukkan setahun sekali
Bunga dimajemukkan sebulan sekali
Bunga dimajemukkan setiap hari
Jawab :
FV = Rp 2.000.000 ( 1 + 0,12 ) ^2 = Rp 2.508.800
FV = Rp 2.000.000 ( 1 + 0,12 /12 ) ^12 ( 2 ) = Rp
2.539.470
FV = Rp 2.000.000 ( 1 + 0,12 /360 ) ^360 ( 2 ) =
2.542.397
II. Nilai Sekarang
Nilai sekarang atau present value
adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan
datang. Present value atau nilai sekarang bisa di cari dengan menggunakan rumus
future value atau dengan rumus berikut ini :
PV = FV ( 1 + r ) ^-n
Keterangan :
FV = ( Future value ( nilai pada akhir tahun ke n )
FV = ( Future value ( nilai pada akhir tahun ke n )
PV = (
Nilai sekarang ( nilai pada tahun ke 0 )
r =
Suku bunga
n =
Waktu ( tahun )
^ =
tanda pangkat
Rumus diatas mengasumsikan bahwa bunga di gandakan
hanya sekali dalam setahun, jika bunga digandakan setiap hari, maka rumusnya
menjadi:
PV = FV ( 1 + r / 360 ) ^-360 n
Untuk menggambarkan penggunaan rumus diatas , maka
diberi contoh berikut ini :
Harga sepeda motor 2 tahun mendatang sebesar Rp 10.000.000. Tingkat bunga rata-rata 12% setahun. Berpa yang harus ditabung Agung saat ini agar dapat membelinya dua tahun mendatang, dengan asumsi:
Harga sepeda motor 2 tahun mendatang sebesar Rp 10.000.000. Tingkat bunga rata-rata 12% setahun. Berpa yang harus ditabung Agung saat ini agar dapat membelinya dua tahun mendatang, dengan asumsi:
Bunga dimajemukkan setahun sekali
Bunga dimajemukkan sebulan sekali
PV = Rp 10.000.000 ( 1 + 0,12 ) ^ -2 = Rp 7.971.939
PV = Rp 10.000.000 ( 1 + 0,12/12 ) ^ -12 ( 2 ) = Rp
7.875.66
III.Nilai Masa Datang dan Sekarang
Nilai sekarang dari jumlah yang
diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut dengan present value
adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh
jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Misalkan P adalah nilai sekarang
dari uang sebanyak A pada t tahun yang akan datang. Bila kemudian diumpamakan
tingkat bunga adalah r, maka bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah :
I = P.r.t
dan uang setelah t tahun menjadi :
P + P.r.t = P(1+rt)
Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun
mendatang, maka :
P(1+rt) = A
atau
P = A/I + rt
P = A/I + rt
Contoh :
Setahun lagi rudi akan menerima uang sebanyak Rp.
10.000,-. Berapakah nilai sekarang uang tersebut jika tingkat bunga adalah 13 %
setahun? Dalam masalh ini,
A = 10.000,-. r = 0,13 dan t = 1
P = 10.000/ 1 + (0,13)(1) = 8849,56
IV. Anuitas
Anuitas adalah suatu rangkaian
penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala pada jangka
waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana
perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi
yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau
dividen tunai dari suatu saham preferen.
1. Anuitas Biasa
Anuitas yang pembayaran atau
penerimaannya terjadi pada akhir periode. Berdasarkan tanggal
pembayarannya, anuitas biasa dapat dibagi 3 bagian:
1. Ordinary annuity
2. Annuity due
3. Deferred annuity.
Rumus dasar future value anuitas biasa adalah sebagai
berikut:
FVn = PMT1 + in – 1 i
Keterangan :
FVn = Future value (nilai masa depan dari anuitas
pada akhir tahun ke-n)
PMT = Payment (pembayaran anuitas yang disimpan atau
diterima pada setiap periode)
i = Interest rate (tingkat bunga atau diskonto
tahunan)
n = Jumlah tahun akan berlangsungnya anuitas
Rumus dasar present value anuitas biasa adalah
sebagai berikut:
PVn = FVn1 – 1 ( 1 + i ) n i
Keterangan:
PVn = Present value (nilai sekarang dari anuitas pada
akhir tahun ke-n)
2. Anuitas Terhutang
Anuitas yang pembayarannya
dilakukan pada setiap awal interval. Awal interval pertama merupakan
perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua merupakan perhitungan bunga
kedua dan seterusnya.
Rumus dasar future value anuitas terhutang:
FVn = PMT ( FVIFAi,n ) ( 1 + i )
Rumus dasar present value anuitas terhutang:
PVn = PMT ( PVIFAi,n ) ( 1 + i )
3. Nilai
sekarang anuitas
Nilai Sekarang Anuitas adalah
nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang dilakukan secara
teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang harus
anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana
tertentu secara teratur dalam jangka waktu tertentu.
4.
Nilai Sekarang dari Anuitas Terhutang
Nilai sekarang dari anuitas terhutang berguna
untuk mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada
awal tahun dengan menggunakan formulasi :
An (Anuitas Terhutang) = PMT ( PVIFAk,n ) ( 1 + k )
5. Anuitas
Abadi
Anuitas abadi adalah
serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung terus menerus.
PV (Anuitas Abadi) =
Pembayaran = PMT
6. Nilai
sekarang dan seri pembayaran yang tidak rata
Dalam pengertian anuitas tercakup
kata jumlah yang tetap, dengan kata lain anuitas adalah arus kas yang sama di
setiap periode. Persamaan umum berikut ini bisa digunakan untuk mencari nilai
sekarang dari seri pembayaran yang tak rata:
Nilai sekarang anuitas abadi = pembayaran/tingkat
diskonto = PMT/r
Langkah 1:
Cari nilai sekarang dari $ 100 yang akan diterima di
tahun 1:$100 (0,9434) = $ 94,34
Langkah 2:
Diketahui bahwa dari 2 tahun sampai tahun 5 akan
diterima anuitas sebesar $ 200 setahun. Dicari dulu anuitas 5 tahun, kemudian
kurangi dengan anuitas 1 tahun, sisanya adalah anuitas 4 tahun dengan
pembayaran pertama yang diterima setelah tahun ke-2:
Pvanuitas =
$ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ 200 (PVIFA(6%,1tahun))
Pvanuitas =
$ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ PVIFA(6%,1tahun)
Pvanuitas =
$ 200(4,2124-0,9434)
Pvanuitas =
$653,80
Langkah 3:
Cari nilai sekarang dari $1000 yang akan diterima di
tahun ke-7 $1000(0,6651) = $ 665,10
Langkah 4:
Jumlahkan komponen-komponen yang diperoleh dari
langkah 1 hingga langkah 3 tersebut : $ 94,34 + $ 653,80 + $ 665,10 = $1413,24
7. Periode
Kemajemukan Tengan Tahunan atau Periode Lainnya
Bunga majemuk tahunan adalah
proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus khas atau serangkaian
arus kas apabila suku bunga ditambahkan satu kali dalam setahun. Sedangkan
bunga majemuk setengah tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai
akhir dari arus khas atau serangkaian arus kas apabila suku bunga ditambahkan
dua kali dalam setahun.
8. Amortisasi
Pinjaman
Merupakan suatu pinjaman yang
akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau
tahunan). Digunakan untuk menghitung pembayaran pinjaman atau angsuran sampai
jatuh tempo.
a. Dalam pembayaran angsuran terkandung : pembayaran
cicilan hutang dan bunga.
b. Angsuran berupa pembayaran yang tetap seperti
anuitas.
c. Pinjaman atau loan, diterima pada saat ini atau
present value sehingga konsepnya menggunakan present value annuity (PVIFA).
d. Pembayaran angsuran dapat dilakukan di awal
periode atau diakhir periode.
e. Formula dapat disesuaikan dengan antara annuity
due atau ordinary annuity.
f. Pada saat
jatuh tempo nilai saldo hutang sama dengan nol atau mendekati nilai nol.
g. Pembayaran bunga berdasarkan pada jumlah saldo
pinjaman, sehingga bunga dapat semakin menurun.
BAB 9. Manajemen Keuangan Perusahaan
I. Peran dan Tanggung Jawab Manajer Keuangan
Manajer Keuangan merupakan seseorang yang mempunyai
hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang
investasi dan pembelanjaan perusahaan. Manajer keuangan juga bertanggung jawab
dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan. Peran dan Tanggung Jawab Manajer
Keuangan meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang
perusahaan, pengendalian, keseimbangan kas perusahaan, serta perencanaan
kebutuhan keuangan. Secara keseluruhan tanggung jawab utamanya adalah
meningkatkan nilai perusahaan atau kata lain bagaimana meningkatkan
kesejahteraan para pemegang perusahaan. Tugas-tugas dasar yang diemban
oleh seorang manejer keuangan secara umum adalah :
1. Mendapatkan Dana Perusahaan.
2. Menggunakan Dana Perusahaan.
3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan.
A.
Penganggaran Modal (Capital
Budgeting)
Seluruh
proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan
pengeluaran dana dengan jangka waktu pengembaliannya melebihi satu tahun
disebut Capital Budgeting (Penganggaran Modal). Penganggaran modal sangat
penting karena:
-
Dana yang dikeluarkan akan terikat untuk jangka
panjang, jadi perusahaan harus menunggu jangka panjang sampai keseluruhan dana
yang tertanam dapat diperoleh kembali.
-
Investasi dalam aktiva tetap yang menyangkut t
hasil penjualan dimasa yang akan datang.
-
Pengeluran dana untuk keperluan umumnya
melibatkan jumlah yang besar yang mungkin tidak dapat diperoleh dalam jangka
pendek dan sekaligus.
Penganggaran modal membutuhkan perhitungan yang lebih
rinci dan hati-hati karena pengembaliaan dana > 1 tahun.
Cara menghitung capital budgeting adalah dengan metode penilaian investasi yaitu:
-
Metode Average rate of return
-
Metode waktu Pengembalian Investasi
-
Metode Net Present Value
-
Metode Profitability Index
-
Metode Internal Rate of Return
B.
Penggolongan Investasi Aktiva Tetap dan
Pemilihan Alternative
-
Investasi penggantian
Dalam hal ini suatu aktiva yang sudah
usang (absolute) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap
dilanjutkan.
-
Investasi penambahan kapasitas
Usul penambahan jumlah mesin atau
pembukaan pabrik baru. Investasi ini juga bersifat investasi pengganti.
Contohnya mesin yang sudah tua diganti mesin baru yang lebih besar kapasitasnya
dan
yang lebih efisien.
-
Investasi penambahan jenis produk baru
Investasi ini mempunyai tingkat
ketidakpastian yang besar karena menyangkut produk baru disamping produk yang
telah di produksi.
-
Investasi lain-lain
Investasi ini adalah usulan investasi yang
tidak termasuk dalam ketiga golongan diatas, misalnya investasiuntuk pemasangan
alat pemanas (heater), alat pedingin (air conditioner), dan sebagainya.
C.
Metode Penilaian Investasi
Penganggaran
modal (capital budgeting) menempati posisi penting, karena sebelum perusahaan
memutuskan akan melakukan suatu usulan investasi tertentu sangat perlu
melakukan evaluasi atas kekayaan investasi tesebut. Beberapa penggolongan metode
yang dapat digunakan dengan kelebihan serta kelemahannya masing-masing akan
dibahas pada bagian berikut:
-
Metode yang mendasarkan perhitungan atas
keuntungan akuntansi.
Contoh: Average Rate of Return (Accounting
Rate of Return)
-
Metode yang mendasarkan perhitungan atas dasar
cash flow (arus kas).
Contoh: Pay Back Period Method, Internal
Rate of Return, Net Present Value, dan Profitability Index.
D.
Arus Kas Masuk
Aliran
kas masuk netto (Net cash inflow), yaitu aliran uang tunai masuk sebagai
hasil dari investasi baru dan sering pula disebut net
cash proceeds/proceeds. Laporan arus kas (cash flow statement) adalah bagian
dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada
suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas)
perusahaan.
Arus kas masuk dan keluar yang didiskontokan pada saat ini (present value (PV)).
Arus kas masuk dan keluar yang didiskontokan pada saat ini (present value (PV)).
E.
Metode Average Rate of return
Kelebihan metode ini adalah:
-
Sederhana dan mudah dimengerti.
-
Metode ini menggunakan data akuntansi yang sudah
tersedia sehingga tidak memerlukan perhitungan tambahan.
Kelemahan utama dari metode ini adalah:
-
Tidak memperhitungkan “time value of money”.
-
Menitikberatkan pada laba akuntansi dan bukan
pada arus kas dar yang besangkutan.
-
Merupakan pendekatan jangka pendek dengan
menggunakan angka rata-rata yang dapat menyesatkan.
-
Kurang memperhitungkan jangka waktu investasi.
F.
Metode Masa Pengembalian Investasi (Pay back
Period)
Metode
yang tidak mempertimbangkan aliran kas masuk yang merupakan penerimaan
perusahaan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan investasi dimasa
yang akan datang. Metode ini jarang digunakan dalam menilai suatu investasi
karena mengabaikan time value of money.
G.
Metode Net Present Value
Jika
|
artinya
|
sehingga
|
NPV
> 0
|
investasi
yang dilakukan memberikan manfaat bagi perusahaan.
|
proyek
bisa dijalankan
|
NPV
< 0
|
investasi
yang dilakukan akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
|
proyek
ditolak
|
NPV
= 0
|
investasi
yang dilakukan tidak mengakibatkan perusahaan untung ataupun merugi.
|
Kalau
proyek dilaksanakan atau tidak dilaksanakan tidak berpengaruh pada keuangan
perusahaan. Keputusan harus ditetapkan dengan menggunakan kriteria lain
misalnya dampak investasi terhadap positioning perusahaan.
|
H.
Metode Profitability Index
Digunakan
dalam memilih investasi yang bersifat mutually ekslusive, artinya
jika sudah menetapkan
satu investasi, maka investasi yang lain harus dikorbankan.
I.
Metode Internal Rate of Return
Metode
ini merupakan metode penilaian investasi dengan memperhitungkan
arus kas yang digunakan dalam memilih investasi yang bersifat
mutually ekslusive, artinya jika sudah menetapkan satu investasi,
maka investasi yang lain harus dikorbankan.
II. Perencanaan
Keuangan
Perencanaan keuangan (Financial Planning) adalah
sebuah proses dimana seorang individu berusaha untuk memenuhi tujuan-tujuan
finansialnya melalui pengembangan dan implementasi dari sebuah rencana keuangan
(financial plan) yang komprehensif. Dari definisi itu, maka perencanaan
keuangan itu secara konsep merupakan suatu aktifitas yang terdiri dari beberapa
elemen. Artinya, kalau seseorang bisa dengan bangga menyatakan “Yes, I am
doing financial planning now”, maka dia harus punya beberapa hal berikut:
Harus ada tujuan-tujuan financial yang mau dicapai,
Harus ada jangka waktu atau periode untuk memenuhi
tujuan tersebut,
Harus ada action plan yang jelas dan
praktis untuk dilakukan,
Harus ada sumber daya yang bisa digunakan untuk
menjalankan action plan.
Harus ada sejumlah faktor resiko yang terkait dengan
pilihan sumber daya.
Jika ternyata ada satu elemen saja
yang hilang, maka konsep perencanaan keuangan itu sudah tidak ada alias bubar.
Fakta lapangan, masih banyak individu yang kerap mengaku punya rencana
keuangan, tetapi tidak bisa menyebutkan tujuan finansialnya secara pasti. Atau
ada juga yang punya tujuan-tujuan financial tetapi tidak memiliki action
plan yang jelas untuk mencapai tujuannya tersebut.
Selain itu, perencanaan keuangan adalah sebuah proses
yang tidak pernah berhenti alias selalu berkelanjutan. Hidup itu ibarat roda
yang terus berputar demikian juga proses perencanaan keuangan. Hal ini
dikarenakan keadaan keuangan seseorang atau sebuah keluarga akan selalu
berubah-ubah sejalan dengan perubahan kebutuhan keuangan, keadaan ekonomi, dan
tahapan kehidupan.
Contohnya, bila sebelumnya lajang kemudian menikah,
tentunya akan merubah secara drastis rencana keuangan seseorang. Tadinya hanya
untuk satu orang sekarang sudah menjadi keluarga. Begitu pula bila keluarga
mengalami penambahan anggota keluarga melalui kelahiran anak mau pun
pengurangan anggota keluarga karena meninggal dunia. Semua perubahan itu
tentunya memiliki dampak finansial yang tidak sedikit.
Perencanaan keuangan yang baik akan menghasilkan
sebuah rencana keuangan (financial plan) yang jelas dan memudahkan si
pemilik rencana untuk mencapai tujuan finansialnya. Rencana keuangan ini ibarat
sebuah peta blueprint yang dapat menunjukkan kemana arah kondisi
keuangan individu atau keluarga akan berjalan. Sebuah rencana keuangan yang
komprehensif dan lengkap haruslah terdiri dari empat bagian berikut:
Manajemen kekayaan (wealth management),
Perencanaan asuransi (risk and insurance planning),
Perencanaan pensiun (pension planning),
Perencanaan pengalihan harta bawaan (pension
planning).
Jadi, kalau ternyata rencana
keuangan kita saat ini baru terkonsentrasi hanya di manajemen kekayaan saja,
maka artinya konsep yg kita pahami mengenai sebuah rencana keuangan masih belum
tepat. Membuat sebuah rencana keuangan bisa dilakukan sendiri, atau kalau mau
lebih baik dan lebih terstruktur bisa menggunakan jasa seorang Perencana
Keuangan Independen. Namanya rencana tentu tidak akan menjamin 100% keberhasilan.
Tapi, tanpa rencana, saya yakin keberhasilan itu akan semakin sulit diperoleh.
Karena Anda tidak tahu dengan pasti kapan akan sakit, kapan akan berhenti
bekerja, dan juga soal umur hidup di dunia, maka perencanaan keuangan merupakan
panduan yang bisa membantu Anda. Dengan penghasilan dan kekayaan yang
diperoleh, maka timbul tanggung jawab yang lebih besar untuk mengelolanya
dengan baik untuk mencapai hidup yang indah dan sejahtera. Saya percaya rezeki
itu sudah diatur Yang Maha Esa, namun tugas kita untuk bisa mengelola rezeki
itu dengan sebaik-baiknya.
BAB 10. Manajemen Sumber Daya Manusia
I. Macam – Macam Sumber Daya Manusia
Digolongkan dalam :
1. Berdasarkan
sifatnya, terdiri dari
- Tenaga kerja jasmani,
yaitu tenaga kerja yang banyak membutuhkan kekuatan atau ketahanan fisik.
- Tenaga kerja rohani,
diamana dalam melakukan pekerjaannya banyak membutuhkan daya pikir, daya
kreasi, daya imajinasi
2. Berdasarkan
kualitasnya, dapat dibagi dalam :
- Tenaga kerja
terdidik, untuk melakukan pekerjaan disyaratkan memiliki pendidikan tertentu.
- Tenaga kerja
terlatih, biasanya ketrampilan yang dimiliki dari pengalaman kerja atau
pelatihan dibidang tertentu atau dengan shortcourse.
- Tenaga kerja tidak
terdidik dan tidak terlatih, untuk melakukan pekerjaannya tidak dituntut
pendidikan atau latihan tertentu.
II. Perkembangan sumber daya
manusia
Manajemen sumber daya
manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur
hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu
secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga
tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi
maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia
– bukan mesin – dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.Kajian MSDM
menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dll. Unsur
MSDM adalah manusia. Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain
dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan
karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan
hubungan ketenagakerjaan yang baik.Manajemen sumber daya manusia melibatkan
semua keputusan dan praktek manajemen yang mempengaruhi secara langsung sumber
daya manusianya.
Tujuan Manajemen Sumber
Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia
dalam organisasi.Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja
yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia
akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan,
menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan
tipe (kualitas). Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani
berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan
tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan
demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya
mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris
disebut HRD atau human resource department.
III. Pemanfaataan Sumber
Tenaga Kerja dan Kompensasi
a. Sumber Tenaga Kerja:
1. Dari dalam
Perusahaan
2. Teman-teman Para
Karyawan
3. Lembaga Penetapan
Tenaga Kerja
4. Lembaga Pendidikan
5. Mayarakat Umum
Seleksi Tenaga Kerja:
Untuk memperoleh personalia sesuai dengan
kualitifikasi yang telah ditetapkan, perlu adanya seleksi terlebih dahulu
untuk memilih diantara semakin banyak calon personalia yang benar-benar
memenuhi syarat:
1. Penentuan jenis (kualitas) tenaga kerja
2. Penentuan Jumlah Tenaga Kerja
3. Proses Seleksi
Pengembangan Karyawan:
Untuk lebih meningkatkan keterrampilan kerja dengan
harapan agar tingkat produktivitas bertambah, mengurangi tingkat kecelakaan,
mengurangi besarnya scrap(kerusakan hasil), meningkatkan gairah kerja. Terdapat
2 metode pengebangan karyawan yakni: dilakasanakan didalam dan oleh peruusahaan
sendiri, dilaksanakan di luar perusahaan dan oleh lembaga lain.
b. Kompensasi
Adalah imbalan jasa yang diberikan secara teratur dan
dalam jumlah tertentu oleh perusahaan kepada para karyawan atas konstribusi
tenaganya yang telah diberiakan untuk mencapai tujuan perusahaan beruapa upah
dan gaji. Tiga macam teori upah ekonomi yaitu:
-Teori pasar, upah ditentukan oleh hasil proses
perundingan antara karyawan sebagai penjual tenaga dengan manajemen sebagai
pembelinya.
-Teori standard hidup,
upah harus memberikan jaminan kepada buruh untuk menikmati hidup yang layak.
-Teori kemampuan untuk
membayar, tingkat pembayaran harus didasarkan pada kemampuan perusahaan untuk
membayar.
IV. Hubungan Perburuhan
Hubungan Perburuan Pancasila, peburuhan ini terjadi
karena buruh di satu pihak manajemen pihak lain saling membutuhkan.karyawan
adalah manusia, yang hakasasinya harus dilindungi hal tersebut berhungan dengan
hubungan perburuhan pancasila. Hubungan perburuan pancasila menghendaki pula
agar setiap persoalan yang terjadi antara buruh dan manajemen diselesaikan
dengan musyawarah dan mufakat sebagai tersirat dalam jiwa pancasila itu
sendiri. Bila terjadi ketidak-sekepakatan antar peburu dan manajemen buru
mempunyai senjata yang dapat digunakan untuk menekan pembicaraan antar mereka
yaitu:
- Boikot ( untuk menolak membeli barang-barang hasil
produksi)
- Pemogokan ( berhenti berkerja sehingga menurunkan
kondisi perekonomian perusahaan)
- Penghasutan ( untuk mendukung pemogokan yang
dilakukan )
- Memperlambat kerja ( dilakukan oleh karyawan dengan
cara mengurangi tingkat produktivitas mereka atau mengurangi jumlah produkyang
dihasilakan.
- Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Pada umumnya buruh dalam posisi lemeh, untuk
mengatasinya manajemen harus dihadapi oleh para buruh secara bersama-sama
dengan mengadakan perjajian kerja bersama (Collective Labor Agreement).
- Hak-hak Buruh
- Besarnya gaji/upah minimal
- Tujangan-tujangan yang harus diterima
- Hak untuk mendapatkan santuna kecelakaan di temapt
kerja
- Hak untuk mendapat promosi dengan sistem penilaian
yang adil
- Hak untu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan
melelui program training yang diberiakan oleh perusahaan
- Mendapatkan pesangon bila ia dipecat atau keluar
kemauan sendiri
- Besar pesangon
V. Mengapa para pekerja mendirikan serikat pekerja ?
Sebelum mengatahui mengapa para pekerja mendirikan
serikat para pekerja kita cari tahu terlebih dahulu apa itu serikat pekerja
? Serikat pekerja adalah Serikat pekerja adalah organisasi demokratis yang
berkesinambungan dan permanen dibentuk secara sukarela dari, oleh dan untuk
pekerja alasan para pekerja mendirikan serikat pekerja adalah untuk:
- Melindungi dan membela hak kepentingan kerja
- Memperbaiki kondisi-kondisi dan syarat-syarat kerja
melalui perjanjian kerja bersana dengan manajemen/pengusaha
- Melindungi dan membela pekerja beserta keluarganya
akan keadaan sosial dimana mereka mengalami kondisi sakit, kehilangan dan tanpa
kerja (PHK)
- Mengupayakan agar manajemen/pmgusaha mendengarkan
dan mempertimbangkan suara atau pendapat serikat pekerja sebelum membuat
keputusan
VI. Hukum yang Mengatur Hubungan antar Tenaga Kerja
dengan Manajer
- Closed Shop Agreement, hanya berlaku bagi pekerja
yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)
- Union shop agreement, mengharuskan para pekerja
untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu tertentu.
- Open shop agreement, memberikan kebebasan pekerja
untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja.
Sumber hukum perburuhan adalah sumber hukum material
dan sumber hukum formil. Adapun sumber hukum materiil dari hukum perburuhan
adalah pancasila. Sedangkan sumber hukum formil dari hukum perburuhan adalah :
- Undang-Undang
- Peraturan lain yang kedudukannya lebih rendah dari
UU seperti PP,KEPPRES.
- Kebiasaan Adalah tradisi yang merupakan sumber
hukum tertua, sumber dari mana dikenal atau dapat digali sebagian dari hukum
diluar undang-undang, tempat dimana dapat menemukan atau menggali hukumnya
VII. Bagaimana Serikat Pekerja diorganisasi dan
disahkan
Bahwa berdasarkan UU No 21 Tahun 2000 Tentang Serikat
pekerja/serikat buruh ditetapkan bahwa “Serikat pekerja/serikat buruh adalah
organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan
maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis,
dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan
kepentingan pekerja/buruh serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan
keluarganya”. Bahwa berdasarkan UU No 21 Tahun 2000 maka dapat diuraikan
unsur-unsur Serikat pekerja/serikat buruh adalah sebagai berikut :
- Serikat pekerja/serikat buruh adalah organisasi;
- Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk dari, oleh,
dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar perusahaan;
- Serikat pekerja/serikat buruh bersifat bebas,
terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab
- Serikat pekerja/serikat buruh dibentuk guna
memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja/buruh
serta meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.
BAB 11. Akuntansi dan Laporan Keuangan
I. Definisi Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat,
mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta
kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang
yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan
serta tujuan lainnya. Selain itu, akuntansi dapat diartikan sebagai seni
dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.
Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”. Akuntansi berasal
dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa
indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di
hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan
sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.
II. Fungsi Akuntansi
Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi
keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi
keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi
dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan
sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu
membuat keputusan suatu organisasi.
III. Pihak-Pihak yang Berkepentingan Terhadap
Akuntansi
a. Para pemilik dan calon pemilik perusahaan. Para
pemilik dan calon pemilik perusahaan berkepentingan untuk mengetahui
perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan.
b. Para
pengelola perusahaan Para pengelola perusahaan ini adalah para manajer,
jajaran direksi. Bagi pengelola perusahaan akuntansi digunakan untuk berbagai
tujuan. Diantaranya informasi bagi manajemen sebagai bahan analisa dan
interpretasi dalam melakukan evaluasi atas kegiatan dan pencapaian hasil yang
direncanakan perusahaan.
c. Para
pegawai/karyawan perusahaan. Hal ini dihubungkan dengan hak-hak pegawai
dalam bidang penggajian, gratifikasi ataupun bonus (jasa produksi) serta
perangsang sosial lainnya dari perusahaan untuk tujuan kesejahteraan perusahaan
yang pada akhirnya akan meningkatkan pengabdian pegawai pada perusahaan.
d. Para investor. para investor luar yang
bermaksud menginvestasikan modalnya ke dalam suatu perusahaan, untuk keamanan
pelaksanaan investasinya harus terlebih dahulu mengetahui kemampuan perusahaan
yang bersangkutan agar jangan sampai dananya terbuang sia-sia.
e. Para kreditor. Para
kreditor seperti bank pemberi kredit sangat memerlukan laporan keuangan
perusahaan yang akan diberikan kredit untuk digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam memberikan keputusan penetapan pemberian kredit.
f. Pemerintah Pemerintah sangat berkepentingan
dalam menilai maju mundurnya perusahaan yang ada di negaranya, misalnya saja
untuk menentukan kebijaksanaan sumber penerimaan negara dari sektor pajak atau
menentukan kebijaksanaan lain yang berkaitan dengan pemberian fasilitas
tertentu dari pemerintah.
g. Rekanan
perusahaan Yang dimaksud dengan rekanan perusahaan di sini ialah
perusahaan-perusahaan lain yang diajak kerja sama dalam suatu kegiatan atau
proyek-proyek pekerjaan tertentu yang sifatnya bekerja sama untuk saling
mendukung dalam penyelesaian kegiatan yang digarap bersama.
IV. Prinsip Akuntansi
Prinsip-prinsip akuntansi (Accounting Principle)
adalah aturan pengambilan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan
maupun konsep teoritis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik
akuntansi.
V. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah catatan informasi
keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang
dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Selain itu
laporan keuangan diartikan sebagai ringkasan dari proses akutansi selama tahun
buku yang bersangkutan yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara
data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan terhadap data atau aktivitas perusahaan tersebut.
VI. Isi Laporan Keuangan
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) disebutkan
bahwa laporan keuangan yang lengkap adalah sebagai berikut:
a. Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah laporan yang berkaitan langsung dengan
pengukuran posisi dan struktur keuangan perusahaan. Neraca dibagi dalam dua
kelompok besar yaitu aktiva (yang berisi aktiva/asset perusahaan) dan pasiva
(yang berisi kewajiban dan ekuitas perusahaan).
b. Laporan Laba/Rugi (Income Statement)
Laporan laba/rugi adalah laporan yang berkaitan
dengan pengukuran kinerja (prestasi) perusahaan selama kurun waktu tertentu.
Laporan ini memuat jumlah penghasilan perusahaan dan biaya-biaya yang terjadi
selama kurun waktu tertentu. Dengan mengurangkan beban ke pendapatan tersebut
dapat diketahui berapa laba yang berhasil diperoleh perusahaan.
c. Laporan Perubahan Ekuitas (Modal)
Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang
menyajikan perubahan aktiva bersih (aktiva-kewajiban) dalam periode tertentu.
Laporan ini menggambarkan jumlah laba atau rugi yang berasal dari kegiatan
operasi perusahaan dan perubahan komposisi ekuitas yang berasal dari transaksi
pemilik.
d. Laporan Aliran Kas
Laporan arus kas adalah laporan mengenai kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan kas dan penggunaan kas tersebut untuk kebutuhan
operasional perusahaan. Laporan aliran kas digunakan para pemakai untuk
mengevaluasi perubahan aktiva bersih, kemampuan membayar kewajibannya tepat
waktu (likuiditas), dan sebagainya.
VII. Bentuk Neraca
Neraca dapat disusun dalam dua bentuk: yaitu bentuk
skontro dan bentuk staffel. Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi
kiri dan utang pada sisi kanan atau sebelahmenyebelah. Sedangkan bentuk staffel
sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas
neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya. Coba Anda bedakan kedua
bentuk neraca berikut.
Setelah Anda mengenal kedua bentuk ini, jelaskan
perbedaan neraca bentuk staffel dengan bentuk skontro sebelum melanjutkan ke
materi berikutnya. Perbedaan neraca bentuk staffel dengan skontro adalah bentuk
staffel disusun secara vertikal. Harta pada bagian atas dan utang dengan modal
pada bagian bawah. Sedangkan bentuk skontro, harta (aktiva) pada sisi kiri,
utang dan modal pada sisi kanan.
VIII. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi (Inggris:Income Statement
atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu
perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang
menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan
suatu laba (atau rugi) bersih.
IX. Bentuk Laporan Laba Rugi
Format atau bentuk laporan laba rugi dapat disajikan
dalam 2 bentuk, yaitu :
a. SINGLE STEP
Yaitu bentuk laporan yang disusun dengan
menggabungkan semua penghasilan menjadi suatu kelompok dan semua biaya dalam
satu kelompok lainnya yang terjadi dalam suatu periode. Sehingga untuk
menghitung laba rugi bersih hannya memerlukan satu langkah yaitu mengurangkan
total penghasilan dengan total biaya. Selisih positif antara kelompok
penghasilan dengan biaya disebut dengan istilah penghasilan bersih atau laba,
sedangkan jika selisih tsb negative disebut dengan rugi.
b. MULTIPLE STEP
Yaitu bentuk laporan yang disusun secara bertahap
penghasilan dan beban disajikan sesuai dengan uturan aktivitas yaitu kegiatan
usaha diluar usaha dan luar biasa
X. Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Standar
Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan
Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan
informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan.
BAB 12. Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan
I. Keuangan Perusahaan
Keuangan perusahaan atau yang mungkin lebih dikenal
dengan fungsi keuangan, menurut Ross, et. al (2007), terdapat 3 (tiga) hal
penting yang harus dipertimbangkan oleh seorang Manajer Keuangan dalam
pengelolaan perusahaan, yakni sebagai berikut:
Investasi jangka panjang apa yang mesti dilakukan
oleh perusahaan?
Bagaimana (dengan cara apa) perusahaan dapat
memperoleh dana bagi kebutuhan investasinya?
Seberapa besar cash flow jangka pendek yang
dibutuhkan perusahaan dalam rangka membayar tagihan-tagihannya?
Van Horne (2005) mengatakan bahwa fungsi keuangan
mencakup tiga hal, yakni keputusan investasi, keputusan keuangan dan
kebijakan/keputusan dividen. Perbedaannya dengan Ross, et.al (2007)
adalah pada keputusan yang ketiga, yakni net working capital yang harus
dikelola. Pada sudut yang berbeda, kebijakan dividen merupakan hal penting yang
harus dipertimbangkan oleh seorang Manajer Keuangan.
II. Estimasi Penjualan
Estimasi adalah suatu metode dimana kita dapat
memperkirakan nilai dari suatu populasi dengan menggunakan nilai dari sampel.
Estimator adalah nilai pendugaan/suatu data statistik, sebagai sampel yang
digunakan untuk mengisi suatu parameter.
Estimasi penjualan memiliki hubungan yang sangat erat
dengan anggaran penjualan. peramalan penjualan, yaitu merupakan ramalan unit
dan nilai uang penjualan suatu perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan
apabila disajikan dengan benar, maka informasi tersebut akan berguna bagi
pihak manajemen perusahaan dalam rangka pengembangan usaha yang dilakukan.
Apabila perencanaan keuangan dilakukan secara tepat maka pihak manajemen
perusahaan mampu untuk berusaha secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan
yang telah ditetapkan.
Teknik Analisis Data Dalam teknik analisis data yang
akan dilakukan terdiri dari beberapa langkah yaitu meliputi:
a. Peramalan Penjualan
Untuk menyusun peramalan keuangan dalam penelitian
ini penulis menggunakan metode regresi linier dan model-model yang
terkomputerisasi. Analisis regresi merupakan metode yang lebih umum digunakan
untuk meramalkan kebutuhan-kebutuhan keuangan dan tidak terlalu mudah terkena
perangkap potensial dan metode prosentase penjualan.
Pada analisis regresi ini, persamaan yang digunakan
untuk menganalisa data adalah :
Y = a + bX
Keterangan :
Y = adalah variabel dependen
a = adalah intersep (titik potong kurva terhadap
sumbu Y)
b = adalah kemiringan (slope) kurva linier
X = adalah variabel independen.
Persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir
nilai Y, jika nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan nilai Y yang dipotong
oleh kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X=0).
Nilai b adalah kemiringan (slope) kurva linier yang
menunjukkan besarnya perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan setiap unit
nilai X. besarnya nilai a dan b konstan sepanjang kurva linier.
b. Tingkat Pertumbuhan Penjualan
Adapun persamaan yang digunakan untuk mengetahui
tingkat pertumbuhan penjualan :
Gt = Tingkat Pertumbuhan Penjualan
SRt= Penjualan pada tahun tSRt-1= Penjualan pada
tahun t-1
Penentuan besarnya AFN (Additional Fund Needed)
Peramalan Neraca
Peramalan Laporan Laba Rugi
III. Estimasi Produksi
Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of
Goods Manufactured) merupakan kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk
memperoleh dan mengolah bahan baku sampai menjadi barang jadi.
Biaya-biaya tersebut terdiri dari:
a. Biaya Bahan Baku (disingkat BBB)
b. Biaya Tenaga Kerja Langsung ( disingkat BTKL)
c. Biaya Overhead Pabrik (disingkat BOP)
IV. Estimasi Pembelian Bahan Langsung
Adalah pembelian barang secara langsung, baik berupa
langsung maupun sistem online. estimatis ini sangat menguntungkan bagi penjual
maupun pembeli. karena penjual bisa memprodukan barang daganganya dengan cara
sistem online, dan si pembeli juga dapat lebih menghuntungkan dan menghematkan.
Karena pembeli tidak perlu meluangkan waktu yang lama untuk datang dan pergi ke
sana. Cukup hanya dengan berada di depab komputer dan memilih barang mana yang
akan di belinya. lalu mentransferkan jumlah uang yang sudah tertera, dengan
cara seperti itu pihak pembeli maupun pihak penjual dapat memperolehkan
keuntungan.
V. Estimasi Pemakaian Bahan Langsung
Pemakaian bahan langsung adalah biaya yang
dikeluarkan untuk membiayai bahan baku bahan pembantu dan bahan penunjang
produksi
VI. Upah Langsung
Biaya manufaktur yang mudah dilacak keberadaannya
dalam produk yang dibuat , misalkan ; 1unit meja belajar menyerap biaya kerja
sebesar Rp. 250.000,- per unit . Selain upah langsung dalam proses produksi
sering terjadi pembayaran untuk upah tidak langsung ( indirect labor ) ,
misalkan ; upah pemeliharaan mesin pabrik , penangan material , insinyur dan
lainnya . Pos biaya tersebut masuk ke kategori biaya umum pabrik ( factory
overhead )Upah langsung tersebut berupa biaya variabel ( variable costs ) .
Saat ini banyak perusahaan membayar para karyawan pabriknya dengan sistem gaji
tetap ( fixed salary ) per bulan .
VII. Estimasi Beban Fabrikase
Adalah estimasi yang menjelaskan tentang beban
pabrikasi,
VIII. Estimasi Harga Pokok Penjualan
HPP adalah biaya yang masuk ke dalam menciptakan
produk yang menjual perusahaan, sehingga biaya hanya dimasukkan dalam mengukur
adalah mereka yang secara langsung terkait dengan produksi produk. Sebagai
contoh, HPP untuk mobil itu akan meliputi biaya material untuk bagian-bagian yang
masuk ke dalam membuat mobil bersama dengan biaya tenaga kerja yang digunakan
untuk menempatkan mobil bersama. Biaya pengiriman mobil ke dealer dan biaya
tenaga kerja yang digunakan untuk menjual mobil akan dikecualikan. Biaya tepat
dimasukkan dalam perhitungan HPP akan berbeda dari satu jenis bisnis yang lain.
Biaya barang dikaitkan dengan produk-produk sebuah perusahaan dibebankan
sebagai perusahaan yang menjual barang-barang ini. Ada beberapa cara untuk
menghitung HPP, tetapi salah satu cara yang lebih mendasar adalah mulai dengan
persediaan awal periode dan tambahkan jumlah pembelian selama periode kemudian
dikurangi dengan persediaan akhir.Perhitungan ini memberikan jumlah persediaan
atau, lebih khusus, biaya persediaan ini, dijual oleh perusahaan selama
periode. Karena itu, jika sebuah perusahaan dimulai dengan $ 10 juta di
persediaan, membuat $ 2 juta dalam pembelian dan berakhir periode dengan $ 9
juta dalam persediaan, biaya perusahaan barang untuk periode yang akan menjadi
$ 3 juta ($ 10.000.000 + $ 2 juta - $ 9 juta)
IX. Estimasi Beban Penjualan
Adalah beban penjual karena terdapat beberapa faktor
yang membuat perusa haan atau sie penjual oeleh pihak-pihak tertentu.misalkan
beban pajak, kerusakan barang-barang, apapun yang membuat perusahaan menjadi
beban.
X. Estimasi Beban Administrasi
Beban administrasi perusahaan yang fokus dari
kepentingan politik pada saat ini. Badan Penelitian Eim estimasi total biaya
administrasi di sektor pekerjaan sementara. Penyebab utama dari ukuran biaya
administrasi di sektor pekerjaan sementara adalah:
a. Tingginya jumlah pekerja pekerjaan sementara dan
tingginya laju perubahan pada pekerja pekerjaan sementara (rata-rata tahunan:
1,3 juta pendaftaran, 1,1 juta penempatan dan 15,6 juta pembayaran remunerasi);
b. Perubahan undang-undang banyak dan perubahan kecil
yang menghadapi sektor pekerjaan sementara;
c. Penerapan sistem pembayaran remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4 minggu), yang melekat pada penggunaan pekerja flex.
c. Penerapan sistem pembayaran remunerasi mingguan (bukan bulanan atau per 4 minggu), yang melekat pada penggunaan pekerja flex.
XI. Estimasi Laba / Rugi
Adalah laporan keuangan suatu perusahan yang
menunjukan keuntungan atau kerugian. di mana semua laporan keuangan di tunjukan
pada estimasi ini, karena dengan estimasi ini perusahaan ini bisa mengetahui
apakah perusahaan ini mendapatkan keuntungan atau laba ataupun memperoleh
kerugian.
XII. Estimasi Kas
XII. Estimasi Kas
Adalah laporan keuangan yang menunjukan berapa uang
yang di punyai oleh perusahaan itu, karena dengan adanya kas perusahaan dapat
mengetahui berapa jumlah uang atau kas yang ada.apakah perusahan tersebut
memperoleh keuntungan atau kenaikan kas atau bahkan memeproleh penurunan kas.
BAB 13. Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis
I. Benturan dengan Kepentingan Masyarakat
Proses produksi seringkali menyebabkan benturan
kepentingan (masyarakat dengan perusahaan ). Terjadi pada berbagai tingkat
perusahaan ( besar, menengah dengan perusahaan ). Benturan ini terjadi kerap kli
karena perusahaan menimbulkan polusi ( udara, air, limbah, suara bahkan mental
kejiwaan )
Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab social dalam menunaikan tanggung jawab social, perusahaan dituntut untuk menghindari etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
Klasifikasi aspek pendorong tanggung jawab social dalam menunaikan tanggung jawab social, perusahaan dituntut untuk menghindari etika bisnis. Hal-hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
- Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan
masyarakat seringkali menghadapi kendala berupa adanya biaya tambahan yang
kadang cukup besar bagi perusahaan dan diperhitungkan biaya tambahan
untung-rugi usaha
- Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi
humanism pebisnis yang melibatkan rasa,karsa,karya yang ikut mendorong
diciptakanya etika bisnis yang baik dan jujur. Penerapan prinsip manejemen
terbuka hubungan industrial pancasila, pengendalian mutu terpadu dengan gugus
kendali mutunya merupakan contoh penerapan manejemen yang berorientasi hubungan
kemanusian.
II. Dorongan tanggung jawab sosial
Klasifikasi masalah social yang mendorong pelaksanaan
tanggung jawab social pada sebuah bisnis sebagai berikut :
a. Penerapan manajemen orientasi kemanusian
Kegiatan intern yang muncul bersifat sangat
kaku,keras, zakeliyl ( saklek ) , birokratik, dan otoriter. Prosedur
administrasi serta jenjang kewenangan yang berbelit-berbelit sering menyebabkan
tekanan batin bagi para pebisnis maupun pahak lain yang berhubungan kurang
manusiawi pun kerap terjadi antara perusahaan dengan pihak luar (
pelanggan,masyarakat umum )
Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan:
Penerapan akan menimbulkan hubungan yang serasi,
selaras dan seimbang antara pelaku bisnis dan pihak luar secara rinci, manfaat
tersebut adalah :
- Peningkatan moral kerja karyawan yang berakibat
membaiknya semangat dan produktivitas kerja
- Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut
memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen partisipasif.
- Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyaman
kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
- Peningkatan mutu produksi yang diadakan oleh
terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
- Kepercayaan konsumen yang meningkatkan dan
merupakan dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.
b. Ekologi dan gerakan pelestarian lingkungan
Ekologi, yang menitikberatkan pada keseimbangan
antara manusia dan alam lingkunganya banyak dipengaruhui oleh proses produksi.
Sebagai contoh maraknya penebangan hutan sebagai bahan dasar industry
perkayuan. Perburuan kulit ular yang diperuntukan industry kerajinan kulit.
Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak maupun racun yang merusak
alam sekitar.
c. Penghematan energy
c. Penghematan energy
Pengurasan secara besar-besaran energy yang berasal
dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak,batubara dan
gas telah banyak terjadi. Kesadaran bahwa sumber daya tersebut tidak dapat
diperbaharui telah mendorong dilaksanakanya proses efisiensi serta mencari
pengganti sumber daya tersebut. Yang dapat disebut dengan sumber energy
alternative diantaranya adalah pemanfaatan tenaga surya,nuklir,angin,air serta
laut.
d. Partisipasi pembamgunan bangsa
Kesadaran masyarat pebisnis terhadap suksesnya
pembangunan sangat diperlukan. Karena denag adanya kesadran tersebut, akan
membantu pemerintah menangani masalah pengangguran dengan cara ikut melibatkan
penggunaan tenaga kerja yang ada, sebagai bentuk tanggung jawab social pada
lingkungan sekitar perusahaan beroprasi.
e. Gerakan kosumerisme
Awal perkembangannya tahun 1960an di Negara barat
yang berhasil memberlakukan undang-undang perlindungan konsumen yang meliputi
beragam aspek,mulai dari perlindungan atas praktik penjualan paksa samapi
pemberian izin lisensi bagi para petugas reparasi alat rumah tangga,
- Memperoleh perhatian and tindakan nyata dari
kalangan bisnis terhadap keluhan konsumen atas praktek bisnisnya
- Pelaksanaan strategi advertensi/periklanan yang
realistic dan mendidik serta tidak menyesatkan masyarakat.
- Disenggarakan panel-panel diskusi antara wakil
konsumen dengan produsen
- Pelayalan purna jual lebih baik
- Berjalannya proses public relation ( PR ) yang
lebih menitikberatkan pada kepuasa konsumen dari pada promosi semata.
III. Etika Bisnis
Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan
dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih
berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau bisa juga
diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan
bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal
secara ekonomi maupun sosial. Dalam menerapkan etika dalam berbisnis kamu harus
memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku di dalam masyarakat. Disamping
itu etika bisnis juga bisa diterapakan dan dimunculkan dalam perusahaan sendiri
karena memiliki keterkaitan dengan profesional bisnis. Perusahaan menyakini
prinsip bisnis yang baik adalah yang memperhatikan etika-etika yang berlaku,
seperti menaati hukun dan peraturan yang berlaku.
Prinsip dalam etika bisnis
Secara umum etika bisnis harus ditempuh oleh
perusahaan agar tercapai tujuan yang telah ditetapakan. Oleh karena itu etika
bisnis memiliki beberapa prinsip yang digunakan sebagai acuan dalam
melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan yang dimaksud. Adapun prinsip-prinsip
etika dalam berbisnis adalah sebagai berikut:
- Prinsip Otonomi
Dalam prinsip otonomi etika bisnis perusahaan bebas
memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang telah dikuasai Sesuai dengan visi
dan misi perusahaan tersebut. Contoh otonomi dalam etika bisnis perusahaan
tidak bergantung dengan perusahaan lain dalam mengambil keputusan bisnis.
Perusahaan tersebut bebas mengambil keputusan apapun yang sesuai dengan visi
misinya.
Dalam menjalankan prinsip otonomi ini 2 perusahaan atau lebih bisa berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis ini, namun masing-masing perusahaan dimungkinkan untuk mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankanya. Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi karakter internal dan strategi yang berbeda dalam mencapai tujuan serta visi misi dari perusahaan tersebut.
Dalam menjalankan prinsip otonomi ini 2 perusahaan atau lebih bisa berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis ini, namun masing-masing perusahaan dimungkinkan untuk mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankanya. Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi karakter internal dan strategi yang berbeda dalam mencapai tujuan serta visi misi dari perusahaan tersebut.
- Prinsip kejujuran
Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai
yang paling dasar untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan
bisnis akan bisa berhasil dan sukses bila setiap individu yang terlibat dalam
kegiatan bisnis menerapkan prinsip kejujuran. Pada dasarnya prinsip kejujuran
ini harus ditanamkan dalam setiap kegiatan bisnis. Hal yang paling penting dalam
menerapakan prinsip ini dalam bisnis adalah dengan memulai menerapakan prinsip
ini pada diri kamu dahulu. Jika kamu sebagai pimpinan perusahaan mampu untuk
menerapakan prinsip ini, tentu akan menjadi contoh bagi semua karyawan yang
bekerja di perusahaanmu.
- Prinsip keadilan
Dalam menerapakan prinsip keadilan semua pihak yang
terkait dalam bisnis harus memberikan kontribusi baik itu secara langsung atau
tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Oleh karena itu semua pihak harus
memiliki akses yang positif sesuai dengan kemampuan dan peran yang sudah
diberikan kepada masing-masing terhadap keberhasilan bisnis ini. Contoh prinsip
keadilan dalam etika bisnis seperti alokasi sumber daya ekonomi kepada semua
pemilikfaktor ekonomi. Hal ini bisa dilkukan dengan membuat kesepakatan tentang
harga konsumen dan juga harga pemasok bahan baku serta alat-alat produksi.
- Prinsip hormat pada diri sendiri
Prinsip ini akan memberikan dampak pada bisnis itu
sendiri. Dalam menjalankan bisnis masyarakat sebagai konsumen merupakan
cerminan bagi bisnis kita. Bila bisnis kita memberikan kontribusi yang positif
kepada masyarakat tentu itu akan berdampak positif dengan bisnis yang kita
jalankan dan begitu juga sebaliknya. Sebagai pengelola perusahaan sudah menjadi
kewajiban untuk memberikan respek kepada siapapun yang terlibat dalam aktivitas
bisnis. Dengan demikian pasti semua pihak akan memberikan respek yang sama
terhadap perusahaan yang kita kelola. Sebagai contoh prinsip menghormati diri
sendiri dalam etika bisnis: Manajemen perusahaan dengan team work-nya
memiliki sistem kerja yang berorientasi kepada pelanggan akan makin fanatik
terhadap perusahaan. Demikian juga, jika sistem manajemen berorientasi pada
pemberian kepuasan kepada karyawan yang berprestasi karena sepadan dengan prestasinya
maka dapat dipastikan karyawan akan makin loyal terhadap perusahaan.
IV. Bentuk-Bentuk Tanggung Jawab Social Suatu Bisnis
Penjabaran dari kepedulian social dari suatu bisnis
berbentuk pelaksanaan tanggung jawab social bisnis. Sejalan dengan itu dapat
dilihat behwa semakin tinggi tingkat kepedulian social suatu bisnis maka
semakin mengingkat pula pelaksanaan praktek bisnis etika dalam
masyarakat.beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab social yang dapat kita
temui di Indonesia adalah :
- Pelaksanaan hubungan industrial pancasila ( HIP )
Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) merupakan bentuk
pelaksanaan yang telah banyak dijalankan pengusahan dengan karyawannya dan
dituangkan dalam buku. Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak.
Beberapa contoh hak karyawan adalah cuti, tunjangan hari raya,dan pakaian
kerja.
- Analisis mengenai dampak lingkungan ( AMDAL )
- Penanganan limbah industry sebagai bagian dari
produksi sebagai bentuk partisipasi lingkungan
- Penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja (
K3 )
- Penekanan pada factor keselamatan pekerja dengan
mempergunakan alat-alat yang berfungsi menjaga keselamatan, seperti topi
pengaman,masker pelindung maupun pakaian khusus lainya.
- Perkebunan inti rakyat ( PIR )
System perkebunan yang melibatkan besar milik Negara
dan kecil milik masyarakat. Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor
penggerak perkebunan dimana semua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil
di sekitarnya yang berfungsi sebagai plasma.
- System baoak anak-anak angkat
System ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat
penguysaha kecil/menengah mitra kerja yang harus mereka bina terkadang hal ini
menyebabkan masalah kepada pengusaha oleh karena itu dibutuhkan kesadaran
yinggi dalam pelaksannanya.
BAB 14. Bisnis Internasional
I. Hakikat Bisnis Internasional
Seperti tersebut diatas bahwa Bisnis internasional
merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas – batas suatu Negara.
Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi bisnis internasional. Adapun
transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara dengan Negara lain yang
sering disebut sebagai Bisnis Internasional (International Trade). Dilain pihak
transaksi bisnis itu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam sutu Negara dengan
perusahaan lain atau individu di Negara lain disebut Pemasaran Internasional
atau International Marketing. Pemasaran internasional inilah yang biasanya
diartikan sebagai Bisnis Internasional, meskipun pada dasarnya ada dua
pengertian. Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah transaksi Bisnis
Internasional yaitu :
a. Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan
transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu
dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut
maka akan timbul “NERACA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA” atau “BALANCE OF TRADE”.
Suatu Negara dapat memiliki Surplus Neraca Perdagangan atau Devisit Neraca
Perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana
Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan
nilai impor yang dilakukan dari Negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan
yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran
kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara
partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar
antar Negara tersebut sering disebut sebagai “NERACA PEMBAYARAN” atau “BALANCE
OF PAYMENTS”. Dalam hal ini neraca pembayaran yang mengalami surplus ini sering
juga dikatakan bahwa Negara ini mengalami PERTAMBAHAN DEVISA NEGARA. Sebaliknya
apabila Negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai
impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan Negara lain
tersebut. Dengan demikian maka Negara tersebut akan mengalami devisit neraca
pembayarannya dan akan menghadapi PENGURANGAN DEVISA NEGARA.
b. Pemasaran International (International Marketing)
Pemasaran internasional yang sering disebut sebagai
Bisnis Internasional (International Busines) merupakan keadaan dimana suatu
perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan Negara lain, perusahaan
lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini
pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri.
Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari hambatan
perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan
masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri
asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu
tidak saja berupa barang akan tetapi dapat pula berupa jasa. Transaksi bisnis
internasional semacam ini dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain :
– Licencing
– Franchising
– Management Contracting
– Marketing in Home Country by Host Country
– Joint Venturing
– Multinational Coporation (MNC)
Semua bentuk transaksi internasional tersebut diatas
akan memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut sebagai Fee. Dalam hal
itu Negara atau Home Country harus membayar sedangkan pengirim atau Host
Country akan memperoleh pembayaran fee tersebut.Pengertian perdagangan
internasional dengan perusahaan internasional sering dikacaukan atau sering
dianggap sama saja, akan tetapi seperti kita lihat dalam uraian diatas ternyata
memang berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan
internasinol dilakukan oleh Negara sedangkan pemasaran internasional adalah
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Disamping itu pemasaran
internasional menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif serta lebih progresif
dari pada perdagangan internasional.
II. Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional
Beberapa alasan untuk melaksanakan bisnis
internasional antara lain berupa :
1. Spesialisasi antar bangsa – bangsa
Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan
tertentu beserta kelemahannya itu maka suatu Negara haruslah menentukan pilihan
strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu :
a. Memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang
ternyata benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih
efisien dan paling murah diantara Negara-negara yang lain.
b. Menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan paling kecil diantara Negara-negara yang lain
c. Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya
b. Menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan paling kecil diantara Negara-negara yang lain
c. Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya
2. Pertimbangan pengembangan bisnis
Perusahaan yang sudah bergerak di bidang tertentu
dalam suatu bisnis di dalam negeri seringkali lalu mencoba untuk mengembangkan
pasarnya ke luar negeri. Hal ini akan menimbulkan beberapa pertimbangang yang
mendorong mengapa suatu perusahaan melaksanakan atau terjun ke bisnis
internasiional tersebut :
a. Memanfaatkan kapasitas mesin yang masih menganggur
yang dimiliki oleh suatu perusahaan
b. Produk tersebut di dalam negeri sudah mengalami tingkat kejenihan dan bahkan mungkin sudah mengalami tahapan penurunan (decline phase) sedangkan di luar negeri justru sedang berkembang (growth)
c. Persaingan yang terjadi di dalam negeri kadang justru lebih tajam katimbang persaingan terhadap produk tersebut di luar negeri
b. Produk tersebut di dalam negeri sudah mengalami tingkat kejenihan dan bahkan mungkin sudah mengalami tahapan penurunan (decline phase) sedangkan di luar negeri justru sedang berkembang (growth)
c. Persaingan yang terjadi di dalam negeri kadang justru lebih tajam katimbang persaingan terhadap produk tersebut di luar negeri
d. Mengembangkan pasar baru (ke luar negeri) merupakan
tindakan yang lebih mudah ketimbang mengembangkan produk baru (di dalam negeri)
e. Potensi pasar internasional pada umumnya jauh
lebih luas ketimbang pasar domestic
III. Tahap-Tahap dalam Memasuki Bisnis Internasional
Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada
umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling
sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks
dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara
kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor Insidentil
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis
Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan
yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini
pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita
kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus mengirimkannya ke
negeri asing itu.
2. Ekspor Aktif
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus
dan kemudian terjalinlah hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan
transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi
bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin berkembangnya jumlah
maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam tahap aktif ini
perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas
transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak
pasif. Oleh karena itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap
“ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama tadi disebut tahap pembelian atau
“Purchasing”.
3. Penjualan Lisensi
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi.
Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya
kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau
lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup
luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta
peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan
negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing
tersebut.
4. Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif
lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek
dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan,
proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya,
pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya.
Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk
Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee”
sedangkan perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada
umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran,
supermarket, fitness centre dan sebagainya.
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
IV. Hambatan dalam Memasuki Bisnis Internasional
Melaksanakan bisnis internasional tentu saja akan
lebih banyak memiliki hambatan ketimbang di pasar domestic. Negara lain tentu
saja akan memiliki berbagai kepentingan yang sering kai menghambat terlaksannya
transaksi bisnis internasional. Disamping itu kebiasaan atau budaya Negara lain
tentu saja akan berbeda dengan negeri sendiri. Oleh karena itu maka terdapat
beberapa hambatan dalam bisnis internasional yaitu :
1. Batasan perdagangan dan tariff bea masuk
2. Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
3. Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan
4. Hambatan operasional
V. Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional pada hakikatnya adalah suatu
perusahaan yang melaksanakan kegiatan secara internasional atau dengan kata
lain melakukan operasinya di beberapa Negara. Perusahaan macam ini sering
disebut Multinasional Corporations yang biasanya disingkat MNC. Era Globalisasi
yang melanda dunia pada saat ini dimana dalam kondisi itu tidak ada satu Negara
pun di dunia ini yang terbebas dan tak terjangkau oleh pengaruh dari Negara
lain. Setiap Negara setiap saat akan selalu terpengaruh oleh tindakan yang
dilakukan oleh Negara lain. Hal ini bisa terjadi karena pada saat ini kita berada
dalam abad komunikasi, sehingga dengan cara yang sangat cepat dan bahkan dalam
waktu yang bersamaan kita dapat mengetahui suatu kejadian yang terjadi di
setiap Negara di manapun di dunia ini.
Dari keadaan itu maka seolah-olah tidak ada lagi batas-batas antara negara yang satu dengan negara yang lain. Kehidupan sehari-hari menjadi lebih bersifat sama. Dengan kecenderungan yang terjadi pada saat ini bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di mana pun di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara negara yang satu dengan negara lain. Kebutuhan akan sabun mandi, sabun cuci, alat-alat tulis, alat-alat kantor, pakaian, juga perabot rumah tangga dan sebagainya tidaklah banyak berbeda antara masyarakat Indonesia dengan Filipina, Jepang, Korea, Arab atupun di Eropa dan Amerika.
Kecenderungan untuk adanya kesamaan inilah yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara Internasional Perusahaan yang demikian akan mencoba untuk mencari tempat pabrik guna memproduksikan barang-barang tersebut yang paling murah dan kemudian memasarkannya keseluruh penjuru dunia sehingga akan menjadi lebih ekonomis dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Di samping itu adanya batasan-batasan ekspor-impor antar negara mendorong suatu perusahaan untuk memproduksikan saja barang itu di negeri itu sendiri dan kemudian menjualnya di negeri itu juga meskipun pemiliknya adalah dari luar negeri. Dengan cara itu maka problem pembatasan ekspor-impor menjadi tidak berlaku lagi baginya. Banyak contoh perusahaan multinasional ini misalnya saja: Coca Cola, Colgate, Johnson & Johnson, IBM, General Electric, Mitzubishi Electric, Toyota, Philips dari negeri Belanda, Nestle dari Switzerland, Unilever dari Belanda dan lnggris, Bayer dati Jerman, Basf juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.
Dari keadaan itu maka seolah-olah tidak ada lagi batas-batas antara negara yang satu dengan negara yang lain. Kehidupan sehari-hari menjadi lebih bersifat sama. Dengan kecenderungan yang terjadi pada saat ini bahwa permintaan ataupun kebutuhan masyarakat di mana pun di dunia ini mendekati hal yang sama. Kebutuhan akan barang-barang konsumsi atau untuk kehidupan sehari-hari cenderung tidak berbeda antara negara yang satu dengan negara lain. Kebutuhan akan sabun mandi, sabun cuci, alat-alat tulis, alat-alat kantor, pakaian, juga perabot rumah tangga dan sebagainya tidaklah banyak berbeda antara masyarakat Indonesia dengan Filipina, Jepang, Korea, Arab atupun di Eropa dan Amerika.
Kecenderungan untuk adanya kesamaan inilah yang mendorong perusahaan untuk beroperasi secara Internasional Perusahaan yang demikian akan mencoba untuk mencari tempat pabrik guna memproduksikan barang-barang tersebut yang paling murah dan kemudian memasarkannya keseluruh penjuru dunia sehingga akan menjadi lebih ekonomis dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Di samping itu adanya batasan-batasan ekspor-impor antar negara mendorong suatu perusahaan untuk memproduksikan saja barang itu di negeri itu sendiri dan kemudian menjualnya di negeri itu juga meskipun pemiliknya adalah dari luar negeri. Dengan cara itu maka problem pembatasan ekspor-impor menjadi tidak berlaku lagi baginya. Banyak contoh perusahaan multinasional ini misalnya saja: Coca Cola, Colgate, Johnson & Johnson, IBM, General Electric, Mitzubishi Electric, Toyota, Philips dari negeri Belanda, Nestle dari Switzerland, Unilever dari Belanda dan lnggris, Bayer dati Jerman, Basf juga dari Jerman, Ciba dari Switzerland dan sebagainya.
Sumber:
https://putripertiwimintop.wordpress.com/2012/10/18/pengertian-bisnis-dan-jenisnya/
https://safiram.wordpress.com/2012/11/07/perusahaan-dan-lingkungan-perusahaan/
https://sites.google.com/site/kewiraswastaan/
http://top-studies.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-dan-peranan-manajemen.html
http://www.slideshare.net/opexs/pemasaran
http://dkbuisness.blogspot.co.id/2012/11/bab-6-pengertian-pasar-dan-pemasaran.html
https://lukmantriariansyah.wordpress.com/2012/01/24/manajemen-produksi/
https://noviantiriskaa.wordpress.com/2013/11/14/8-nilai-nilai-dan-anuitas/
http://miftahulmaswa80.blogspot.co.id/2015/01/teknik-analisis-meramalkan-kas.html
https://valvaliano.wordpress.com/2013/11/15/nilai-sekarang-dan-nilai-masa-datang/
https://pritaghozie.com/2012/08/06/pentingnya-perencanaan-keuangan/
http://ais-zakiyudin.blogspot.co.id/2012/03/peran-dan-tanggung-jawab-manajer.html
http://lakha702.blogspot.co.id/2014/11/makalah-bentuk-bentuk-perusahaan.html
http://nourma4humaira.blogspot.co.id/2012/12/manajemen-sumber-daya-dasar.html
https://khairunnisafathin.wordpress.com/2010/12/19/akuntansi-dan-laporan-keuangan/
http://ekonomisajalah.blogspot.co.id/2015/10/sifat-isi-tujuan-dan-fungsi-laporan.html
https://my154n.wordpress.com/2009/12/30/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/
http://sarungpreneur.com/teori-dan-pengertian-etika-bisnis/
https://p4hrul.wordpress.com/2010/12/15/bisnis-internasional/